Sehatnya Perempuan Sebagai Kekasih, Istri, dan Ibu

Sehatnya Perempuan Sebagai Kekasih, Istri, dan Ibu

Belum ada komentar 13 Views

TUBUH bagi wanita itu aset. Maka perlu dipelihara. Tak perlu harus memiliki yang sempurna. Namun tak cukup puas hanya memiliki tubuh semata. Yang dikaruniai bertubuh sempurna bukan tak perlu merawatnya. Sebaliknya tak perlu cemas kalau bertubuh kurang sempurna. Banyak cara untuk menyiasati.

Iptek medik kian berkembang bagaimana kekurangan fisik bisa dipoles, ditembel, disumpal, direparasi sehingga mendekati sosok yang lebih bagus. Namun jauh lebih penting dari itu. Bukan cuma dari sosok tubuhnya seorang wanita dinilai. Di balik fisik tersimpan sex appeal sebagai dayapikat pribadi. Yang melihat sex appeal akan menemukan kelebihan perempuan sekalipun tidak cantik. Kecantikan tersembunyi ini yang perlu dibuat mekar.

Beruntung jadi perempuan, kata kaum lelaki. Secara biologis wanita rata-rata berumur lima tahun lebih panjang dari pria. Ada perbedaan konstruksi susunan saraf, selain beban stres, ancaman dan risiko lebih kendur dibanding yang lazim kaum pria hadapi. Itu alasan kalau mau sehidup semati dalam perkawinan, pilihlah suami yang lima tahun lebih muda supaya tahun kematiannya kurang lebih bisa bareng.


Benar, tubuh saja bukan segalanya, karena wanita juga perlu isi kepala. Cantik di luar saja tak cukup. Isi kepala dan kepribadian ikut menentukan kalau bukan malah yang lebih terasa menonjol, siapa sesungguhnya seorang wanita. Nobody atau somebody? Oleh adanya muatan itu pula ia menjadi somebody. Terlebih bekal menjadi ratu di rumah tangga. Ternyata menjadi istri elegant bukanlah dilahirkan, melainkan bisa dan harus dipelajari.

Bukan saja tubuh, otak wanita tak serupa dengan otak lelaki. Selain struktur, juga cara kerjanya pun tak sepenuhnya sama. Ada kekurangannya, selain otak wanita memiliki pula kelebihan. Setiap suami perlu memahami perbedaan itu supaya istri tampil utuh melakukan peran gendernya sebagai istri, ibu, dan kekasih. Misal, bahwa dari sananya wanita itu lebih doyan bicara (Baca: bergosip) dibanding lelaki bukan tanpa sebab. Memang ada yang berbeda pada unsur di otaknya. Bayi perempuan lebih lekas bicara dibanding bayi lelaki. Perempuan cenderung lebih cerewet dibanding laki-laki. Pekerjaan yang lebih menggunakan kemahiran berbicara diberikan kepada kaum ibu saja ketimbang kepada seorang kakek.

Suka bersolek juga bagian lain dari tabiat wanita. Sedang kelemahan lelaki terus terang masih pada matanya (visual). Pemahaman wanita ihwal ini perlu dicermati betul agar ia senantiasa berupaya untuk tampil elok setiap saat. Bukan saja di luar rumah. Karena tak sedikit istri tanpa ia sendiri menginsafi sejatinya berdandan untuk suami orang lain. Hanya wangi, mempesona kalau ke luar rumah. Sedang di rumah pakai gulungan rambut, muka penuh masker, dan daster bau dapur. Total jenderal suami cuma kebagian bau dan jeleknya doang.

Bukan sedikit suami di rumah sering kali susah membedakan mana yang Inem, dan mana yang nyonya rumah. Lelaki yang kodratnya terfokus pada hal-hal yang visual, boleh jadi terganggu seks dan libidonya kalau melihat istri di rumah ternyata tak seindah teman di kantornya, misalnya. Celaka kalau suami terus saja merasakan istri tidak lebih mengkilap dari wanita yang seliweran di luar rumah.

Menjadi ratu di rumah sendiri tak bisa hanya mengandalkan warisan tubuh yang elok belaka. Percuma punya tubuh sexy, dan wajah cantik bila ternyata statusnya tidak sehat. Maka kesehatan harus menjadi nomor satu. Bukan saja sehat fisik, melainkan juga jiwa. Lebih dari itu, sehat pula secara sosial, dan spiritual. Kita menyebutnya total fitness.


Bukan harus menjadi rahasia lagi kalau mahkota wanita itu ada empat. Kulit, rambut, gigi, selain bagian-bagian tubuh yang sensual. Satu di antara yang sensual itu tentu payudara, selain body model gitar Spanyol. Maka selain kesehatan secara umum, keempat unsur mahkota itu perlu senantiasa mendapat perhatian penuh.

Namun tentu sekali lagi perlu disebut bahwa keindahan dari dalam, yakni sex appeal umumnya bisa menutupi kekurangan pada kulit, rambut, dan bagian sensual tubuh lainnya. Sosok wanita di mata lelaki (normal) juga dilihat sebagai suatu keseluruhan (holistic). Seperti apa getar sex appeal-nya. Termasuk tidak boleh kurang darah (anemia), dan mulut wajib dirawat jangan sampai baunya tak beda dengan kakus.


Untuk menjadi sehat empat faktor perlu diperhatikan. Menu harian, gerak badan, tidur dan jeda selain pintar mengelola stres. Kalau yang basic itu dikuasai, setidaknya kesehatan secara umum sudah di tangan.

Cekatan menjaga kesehatan mata, hidung, telinga, selain keempat mahkota milik setiap wanita jangan sampai diabaikan. Untuk itu kenapa tidak memilih ikut menjadi Inem di rumah sendiri, misalnya? Inem sering lebih merah pipinya, dan sexy body-nya karena Inem tak berhenti bergerak. Kalau bisa melakukan pekerjaan di rumah sendiri, kenapa harus minta bantuan Inem. Lakukan juga menyiram tanaman, menyapu, bersih-bersih, dan pekerjaan domestic ringan lainnya. Gerakan sewaktu melakukan pekerjaan di rumah tergolong kegiatan yang mengerahkan sekujur otot-otot sehingga tidak kaku, dan tekanan darah lebih deras mengalir. Derasnya aliran darah yang bikin muka lebih merah berbinar, tanpa perlu ditempeli kulit tomat sekalipun.

Secara khusus, kesehatan juga bisa berarti ada ancaman penyakit. Ada sekelompok penyakit yang lazim pada wanita. Terlebih pada wanita merdeka (Baca: wanita karir) yang sekarang makin berisiko menghadapi “open marriage”. Wanita yang karena aktivitas kesehariannya sering bertemu juga dengan lelaki dan suami orang lain. Kasus keputihan, tumor, kanker, dan infeksi saluran kemih, penyakit yang perlu diwaspadai. Bisa jadi akibat seks bebas. Termasuk kemandulan akibat penyakit menular seksual. Tersumbatnya saluran telur sering sebagai akibat kuman menular seksual hasil seks bebas.

Sedikit banyak kehadiran penyakit memengaruhi penampilan juga. Istri tak tampil utuh penuh bila ada yang dirasa, bila ada sesuatu yang merongrong tubuhnya. Bukan tak mungkin wanita sebagai ratu rumah tangga sekalipun berisiko terancam penyakit kelamin, termasuk herpes bibir, herpes kelamin, atau sekadar anyang-anyangan.

Seks. Ya percuma sensual, kalau bodoh dalam hal seks. Agaknya harus batal sebagai ratu rumah tangga kalau seks istri tidak naik kelas. Dan lumrahnya setiap istri belajar seks selama perkawinan (learning by doing sex).

Kalau umpama istri juga bertemu dengan suami yang seksnya masih sering kagok, tentu akan sama menjadi sengsaranya nasib perkawinan ke depan. Atau gagal tampil bukan sebagaimana anggunnya seorang ratu rumah tangga di kamar tidurnya sendiri lagi namanya. Musuh perempuan badan yang gampang melar. Badan terus melar, satu yang tak terelakkan oleh rata-rata kaum wanita. Makan sedikit, tetap saja montok. Maka perlu pandai-pandai memilih menu berkualitas agar tidak memicu badan berubah menjadi tambur. Ingat, kelemahan sekaligus kejelian suami terhadap istri masih tetap ada di matanya, kendati ia sudah menjadi kakek. Itu sebab istri perlu tetap menjaga agar tetap indah di mata suami. Tak soal pakai apa atau dibagaimanakan, asalkan tetap full press body.

Maka rawatlah terus penglihatan suami agar masih terpelihara melihat yang serba indah-indah itu pada sosok istri. Untuk itu mungkin perlu konsultasi berbusana yang cocok, perigel dalam soal seks yang indah, barangkali siapa tahu diperlukan pula reparasi vagina, atau demi mampu tampil utuh penuh ala John Robert Power, misalnya.


Itu semua perlu diingat dan dielingkan kembali semata karena dengan semakin tua suami, semakin bersantan ia. Sedang makin tua istri, seringnya makin berduri. Maka wahai semua istri yang mengaku masih melakukan peran jadi ratu rumah tangga, tetaplah berupaya tampil selucu kucing, dan bukan segalak landak. Kalau nggak percaya tanya saja pada Inul.



Dr Handrawan Nadesul

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Kesehatan
  • Jangan Terus Membohongi Pasien
    Baru-baru ini pihak Departemen Kesehatan mulai tergugah menertibkan peredaran iklan-iklan kesehatan yang merugikan masyarakat karena terbukti tidak benar, atau...
  • Menjadi Inem di Rumah Sendiri
    Satu yang keliru untuk menjadi sehat rata-rata orang sekarang, adalah kebanyakan duduk dan kurang gerak (sedentary lifestyle). Kodrat tubuh...
  • Perut Kita Bukan Apotek
    Sukar dibayangkan masyarakat kita begitu gampang memakai obat layaknya kacang goreng. Pergi ke toko obat tinggal bilang apa keluhannya,...
  • Jurus Mencegah Kanker
    Angka kejadian kanker di dunia terus meningkat. Separuh dari kasus telah meninggal dunia, dan diperkirakan penderita kanker akan berlipat...
  • Mitos-Mitos Medis yang Masih Hidup
    Bangsa kita terbiasa dikerubuti aneka mitos. Termasuk sejumlah mitos medis. Bukan hanya kalangan tidak berpendidikan, bahkan yang lulus universitas...
Kegiatan