Penyakit Chronis Khas Laki-laki

Penyakit Chronis Khas Laki-laki

Belum ada komentar 15 Views

Mengapa dikatakan Penyakit Chronis Khas Laki-laki?

Karena alat yang bersangkutan hanya dimiliki oleh kaum laki-laki. Sehingga tak mungkin perempuan menderita penyakit ini.

Mengapa Ogah Dibicarakan dengan Orang lain?

Karena pada masyarakat awam konotasi yang kurang benar bahwa somehow penyakit ini berhubungan dengan tingkah laku sexual dari penderita di masa lalu (sexual prowess).

Agar tidak terlalu lama pembaca bertanya-tanya, langsung saya sebutkan saja kelainan yang saya maksud dan yang akan saya bicarakan secara terbuka (karena memang tidak alasan sama sekali untuk ditutup-tutupi): Kelainan Prostaat pada pria yang mulai “berumur”.

Prostaat adalah kelenjar yang ada pada tubuh setiap laki-laki. Ia menyatu dengan kandung seni laki-laki, malahan dia ditembus oleh saluran Urethra yang membawa Urine yang dihasilkan oleh kedua ginjal kita, keluar, waktu kita kencing. Jadi prostaat merupakan alat yang normal dalam mekanisme-kencing laki-laki normal. Di samping itu ia punya fungsi tambahan yang cukup penting:

  1. Kelenjar prostaat menghasilkan secreet prostaat yang berfungsi membuat sperma yang keluar melalui urethra pada waktu coitus (senggama), yang saat itu belum bergerak, langsung menggerakkan ekornya, sehingga langsung bisa bergerak pada waktu ejakulasi dan terus secara enerjik bergerak aktif mencari sel telur di dalam tubuh perempuan (istrinya), kemudian membuahinya. Mekanisme yang amat mengherankan dalam konsepsi mahluk baru, tetapi teramat normal pada konsepsi, tanpa adi-kesulitan apapun.
  2. Menghasilkan beberapa enzym.

Soalnya hanya: dengan bertambahnya usia si laki-laki tadi, maka kelenjar-prostaatnya juga ikut tumbuh terus. Nah, tergantung cepatnya tumbuh kelenjar prostaat itu, dan bagaimana bentuk pertumbuhannya, nanti menentukan apakah si laki-laki yang bersangkutan akan tetap berfungsi normal, ataukah akan mengalami gangguan Prostaat.

Di sinilah timbul kemungkinan-kemungkinan terjadinya pertumbuhan yang mengganggu:

  1. Tumbuhnya terlalu subur, sehingga:
    • Saluran urethra yang biasa dilalui urine waktu kencing menjadi terlalu sempit, mengakibatkan kesulitan kencing, sampai terhambat kencing (an-uri).
    • Ruang kandung kencing (urine blaas) yang sebagian ditempati prostaat, menjadi tinggal lebih sedikit, sehingga laki-laki yang bersangkutan merasa lebih sering mesti kencing, terutama waktu malam hari, dengan akibat terganggu tidurnya, karena harus lebih sering bangun untuk kencing.
    • Lebih celaka lagi, bila ada kombinasi dari pembesaran kelenjar Prostaat + mendadaknya isi urine dalam urine blodder yang mendadak (minum bir malamnya), maka bisa-bisa mendadak pasien itu sama sekali tidak bisa kencing, padahal kandung kencing penuh, tegang, sampai sakit. Dalam hal demikian terpaksa pasien tadi dibawa ke ruang emergensi rumah sakit di-catheter guna mengeluarkan urinenya.
  2. Adakalanya tumbuhnya normal, tapi bentuk tumbuhnya tidak normal, sehingga mudah menghambat aliran urine melalui urether, juga akan terjadi seperti pada 1. a.b.c.

Seluruh rentetan gangguan kencing tersebut di atas dinamakan Benign Prostate Hypertrophy (BPH).

Sampai di sini, seluruh gangguan fungsi Prostaat yang terjadi pada pasien BPH, terjadi pada jaringan kelenjar Prostaat yang bertumbuh secara jinak atau Benign, sehingga prosesnya berjalan cukup pelahan, bertahun-tahun. Makanya diklasifikasi Benign Prostate Hypertrophy.

Akan tetapi, ada beberapa prosen/personil penderita BPH ini bisa berubah menjadi pertumbuhan yang ganas, atau Malign, dan prognosa-nya menjadi jauh lebih jelek, serta pertumbuhannya lebih cepat dan ganas: Carcinoma Prostaat.

Management BPH

Diagnosa relatif simple: keluhan-keluhan kencing pada pria >40 tahun: terlalu sering dan mendadak kebelet kencing (sampai-sampai sewaktu berkendara dengan mobil, selalu mengingat-ingat di mana ada toilet yang bersih di dekatnya, (untung sekarang banyak Mal dan Hotel mewah!), mendadak tidak bisa kencing sama sekali (terutama malam setelah pesta minum bir) sehingga perlu pertolongan Emergency Room RS.

Dengan Rectum-toucher bisa ditemukan pembesaran prostate yang bisa diraba, bisa dinilai pembesarannya (awas: kalau berbenjol-benjol, malignitas?)

Disertai Test Laboratorium, Prostate Specific Antigane (PSA), yang meningkat di atas normal. Hasil PSA ini harus dievaluasi dengan teliti dan dimonitor secara reguler, karena banyak hasil false positive atau pengaruh infeksi daerah kencing (pria “bandot”).

Pengobatan, kalau bisa sedini mungkin karena itu jangan ogah membicarakan dengan orang lain, terutama dibicarakan dengan isteri sebagai orang yang paling dekat dan paling bisa membantu meringankan penderitaan dan gangguan, serta Dokter pribadi yang terpercaya.

  1. MEDICAMENTEUS/CONCERVATIF
    • HARNAL atau Tadenan
    • Traditional: Pygeum & SAW PALETTO
  2. SURGICAL: Ada banyak tekniknya, yang saat ini sedang “populer” TUR: Transurethral Uretral Resection, baik dengan pisau electric, bor electric atau pakai Laser.
  3. VAKSINASI: penanganan terbaru, yang amat menjanjikan. (khusus untuk Prostaat-Ca)

Dr. J. Widyaharsana, D.e.,Facb.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Kesehatan
  • Jangan Terus Membohongi Pasien
    Baru-baru ini pihak Departemen Kesehatan mulai tergugah menertibkan peredaran iklan-iklan kesehatan yang merugikan masyarakat karena terbukti tidak benar, atau...
  • Menjadi Inem di Rumah Sendiri
    Satu yang keliru untuk menjadi sehat rata-rata orang sekarang, adalah kebanyakan duduk dan kurang gerak (sedentary lifestyle). Kodrat tubuh...
  • Perut Kita Bukan Apotek
    Sukar dibayangkan masyarakat kita begitu gampang memakai obat layaknya kacang goreng. Pergi ke toko obat tinggal bilang apa keluhannya,...
  • Jurus Mencegah Kanker
    Angka kejadian kanker di dunia terus meningkat. Separuh dari kasus telah meninggal dunia, dan diperkirakan penderita kanker akan berlipat...
  • Mitos-Mitos Medis yang Masih Hidup
    Bangsa kita terbiasa dikerubuti aneka mitos. Termasuk sejumlah mitos medis. Bukan hanya kalangan tidak berpendidikan, bahkan yang lulus universitas...
Kegiatan