Pembaharuan Budi

Belum ada komentar 251 Views

Dalam Buku Kisah Rohani diceritakan bahwa bertahun-tahun yang lalu ada seorang bocah lelaki Rusia yang yakin tidak akan dapat hidup bahagia karena berwajah sangat buruk. Ia mengeluhkan fakta bahwa hidungnya lebar, bibirnya tebal, matanya berwarna abu-abu kecil, sedangkan tangan dan kakinya besar. Ia memohon mukjizat kepada Allah agar ia berubah menjadi pria yang tampan. Ia bersumpah bahwa kalau Allah mau memenuhinya, ia akan memberikan segala yang dimilikinya kepada-Nya, termasuk yang mungkin kelak dimilikinya. Anak Rusia ini adalah Count Tolstoy, salah seorang penulis paling terkenal lewat karyanya, War and Peace. Dalam salah satu bukunya, Tolstoy mengakui bahwa dengan berjalannya waktu ia telah menemukan bahwa keindahan fisik yang pernah didambakannya itu ternyata bukanlah satu-satunya keindahan dalam kehidupan. Malah, itu bukanlah keindahan yang terbaik. Dan Tolstoy akhirnya menganggap keindahan karakter yang kuatlah yang paling baik di mata Allah. Karakter bukanlah soal uang atau penampilan, melainkan soal berbuat benar terlepas dari uang, dan soal membela kebenaran terlepas dari penampilan. Dapat ditambahkan di sini bahwa karakter adalah siapa Anda di dalam gelap.

THOSE WHO CANNOT CHANGE THEIR MINDS CANNOT CHANGE ANYTHING George Bernard Shaw

Tidak dapat disangkal bahwa hidup kita terbentuk oleh pilihan-pilihan kita. Jika kita makin cerdas menentukan pilihan, dapat dipastikan bahwa kita akan mengalami perubahan yang positif di dalam hidup kita. Namun kita perlu tahu bahwa ada tujuh hal yang tidak dapat kita pilih atau tidak dapat diubah-ubah lagi, yaitu:

  1. Hari lahir kita harus kita terima, misalnya kita dilahirkan pada tanggal 29 Februari, sehingga tidak bisa merayakan ulang tahun dengan teratur.
  2. Jenis kelamin kita. Meski orangtua sudah berupaya dengan berbagai cara, tetap saja tidak akan dapat menjamin seratus persen bahwa calon bayi mereka perempuan atau laki-laki.
  3. Orangtua kita. Ayah kita seorang presiden, pendeta, dsb. harus kita terima dengan rasa syukur.
  4. Bentuk fisik. Agaknya bergantung dari banyak faktor. Kesehatan orangtua, gizi janin dalam kandungan, maupun paska kelahiran.
  5. Kedudukan dalam keluarga. Saya harus menjadi anak yang kesepuluh sehingga selalu mengikuti apa yang sudah ditentukan oleh kakak-kakak saya. Yakub sebagai seorang adik telah merebut hak kesulungan Esau. Untuk itu ia harus menanggung akibat yang berat dan menyakitkan di dalam hidupnya.
  6. Suku bangsa atau etnis. Sebagai seorang Tionghoa, Ahok tentu saja dituntut untuk berjuang lebih gigih jika ia mau menjadi seorang gubernur, apalagi wakil presiden RI.
  7. Masa lalu kita. Jangan selalu kita sesali sampai membuat hidup ini menjadi kelam. Jangan pula membuat kita menjadi sombong dan puas diri, sampai tidak mau melakukan hal-hal yang berguna bagi masyarakat dan Kerajaan Allah.

Firman Tuhan menghimbau agar kita mau berubah dan mengalami pembaruan budi. Karena dunia ini terus berubah, maka kita dituntut untuk tidak ketinggalan zaman. Mandek berarti suatu kemunduran, karena Tuhan juga selalu relevan dan dinamis. Dia mengatasi segala zaman, karya-Nya menghidupi kita dan melalui kita.

Meskipun kita hidup di tengah dunia, tetapi jangan sampai sedemikian terpengaruh oleh dunia sehingga menjadi orang dunia, milik dunia. Hiduplah seperti seekor ikan. Meskipun berada di dalam laut, tetapi tidak berubah menjadi garam. Rahasianya, karena ia memiliki kehidupan. Begitu ia mati, maka ia akan menjadi ikan asin. Kita juga memiliki kehidupan dalam persekutuan dengan Kristus, sang Sumber Hidup. Di dunia yang luas ini, kita terpanggil untuk menjadi hamba-Nya yang memancarkan keindahan Kristus, kian kemari bergerak tanpa henti sampai Tuhan memanggil kita pulang ke rumah-Nya.

Gerak hidup kita jangan sampai menyimpang dari rencana dan kehendak Tuhan. Supaya bisa berkenan kepada-Nya, maka kita tinggalkan cara-cara yang duniawi, bahkan sifat-sifat duniawi. Bagaimana itu bisa terjadi? Setiap hari memasuki proses perubahan supaya mengalami pembaruan budi. Tuhan sudah menyediakan sarananya. Bacalah dengan tekun Alkitab, buah tangan Tuhan yang terindah. Mintalah bantuan Roh Kudus untuk menjelaskan maknanya yang mendalam itu. Jangan menjauhkan diri dari jemaat sebagai Tubuh Kristus yang hidup, bagaikan seekor ikan yang bergabung dalam kelompok besar ikan-ikan yang ceria dan sehat. Makin hari kita akan memiliki pikiran Kristus, perasaan Kristus, keinginan Kristus, pekerti Kristus dan segala sesuatu yang serba Kristus. Hidup kita lalu menjadi hidup yang Kristus-sentris. Tahu-tahu kita menjadi manusia yang hebat di tengah dunia yang sedang mengalami kemunduran karena digerogoti oleh dosa. Kita menjadi makin kuat karena memiliki nilai-nilai surgawi. Itulah karakter atau budi pekerti selaku anak Tuhan.

Di sini ada satu kisah indah tentang hal itu. Saya mengambil dari buku Chicken Soup for the Woman’s Soul, dengan judul “Siapa Yang Menang?”

Aku melihat suatu teladan indah tentang kebaikan pada tahun 1968 sewaktu pertandingan olah raga lari di Olimpiade Khusus Kaum Cacat. Salah seorang peserta adalah Kim Peek, yang menderita kerusakan otak, anak cacat yang ikut berlomba di garis 50 meter. Kim berlomba melawan dua atlet lainnya yang menderita kelumpuhan syaraf otak. Mereka duduk di kursi roda; Kim pelari tunggal. Begitu pistol berbunyi, Kim bergerak cepat mendahului dua lawannya. Dua puluh meter di depan dan 10 meter dari garis finish, ia menengok ke belakang untuk melihat kedua lawannya. Si anak perempuan memutar arah kursi rodanya sehingga membentur dinding. Anak lelaki satunya mendorong kursi rodanya ke arah yang terbalik dengan kakinya. Kim berhenti, berbalik, dan mendorong si gadis kecil sampai ke garis finis. Si bocah lelaki di atas kursi roda yang sempat berbalik arah, memenangkan perlombaan itu. Si anak perempuan meraih juara kedua. Kim kalah. Atau benarkah ia kalah? Para penonton yang memberikan tepuk tangan bagi Kim sambil berdiri rupanya tak berpikir begitu. (Dan Clark)

Tuhan sudah menyediakan banyak sarana bagi kita untuk belajar serta menggugah jiwa supaya terjadi perubahan dan peningkatan dalam hidup dan pelayanan kita.

» Pdt. Em. Daud Adiprasetya

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Bible Talks
  • Beragam itu Anugerah
    Ketika menggumuli tema dalam teropong ini, muncul pertanyaan yang menantang untuk didalami: keberagamaan itu sebenarnya anugerah atau kepahitan ya?...
  • Saling Menerimalah
    Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. (Roma 15:7)...
  • Kemenangan Kebangkitan
    Puncak kegagalan upaya Iblis menghambat Misi Allah
    Manusia diciptakan menurut gambar Allah, dengan harapan ia akan bersifat dan berkepribadian seperti (yang dikehendaki) Allah, serta dirancang untuk...
  • Pengharapan Akan Hari Esok
    Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. (Amsal 23:18)
    Kepada sepasang suami istri yang sudah beberapa tahun menikah tapi belum juga dikaruniai keturunan, saya pernah mendoakan sambil menyerahkan...
Kegiatan