Marilah & Sarapanlah

Marilah & Sarapanlah

Belum ada komentar 7 Views

Kehadiran Kristus kembali di tepi danau Tiberias setelah peristiwa kebangkitan-Nya menunjukkan kepada para murid dan kita semua bahwa ternyata Ia tidak berada jauh di luar jangkauan, Ia tidak duduk di singgasana sebagai Raja yang dinobatkan, melainkan sosok yang sangat dekat hadir dalam pergumulan kita sehari-hari.

Sapaan Tuhan Yesus pada para murid “Marilah dan sarapanlah”, sebenarnya merupakan sebuah undangan yang tidak pernah dibayangkan oleh mereka. Yesus ditinggal sendirian kala bergumul di taman Getsemani, bahkan yang lebih menyakitkan lagi Ia disangkal oleh Simon Petrus, murid terdekatnya, tapi tiba-tiba Ia hadir lagi dan mengundang mereka makan, mengundang mereka untuk kembali masuk dalam persahabatan.

Melalui undangan ini Tuhan Yesus telah membuka suatu lembaran baru  dan tidak berhenti pada kegelapan masa lalu. Undangan makan ini sebenarnya merupakan ungkapan wujud kesatuan persaudaraan dan sungguh suatu relasi yang sangat manusiawi. Ia mengundang para murid-Nya untuk datang dan bersantap tanpa membicarakan kesalahan masa lalu mereka. Bukankah ini wujud persahabatan dan perdamaian? Bukan hanya itu, Ia juga hadir dan menawarkan jalan keluar bagi para murid tatkala mereka menghadapi tantangan, kesulitan dan bahkan kegagalan dalam kehidupannya.

Kehadiran Yesus secara nyata telah mengembalikan harapan para murid bahwa Yesus tetap hidup dan berkarya bersama mereka itulah yang dirasakan oleh para murid, oleh mereka yang percaya kepada Yesus dan oleh mereka yang menjadikan Yesus adalah Tuhan. Bukankah kebersamaan seperti inilah yang ditawarkan Tuhan Yesus kepada kita? Seperti para murid kita pun diajak untuk membuka mata hati, merasakan kehadiran dan kebersamaan dengan Tuhan dalam hidup kita.  Jumpailah Dia dalam hidupmu.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
  • anjing dan ludah
    Antara Anjing dan Ludah
    Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia...
  • Ritualisme atau Hati yang Bersih
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-23
    Insiden “penistaan agama” terjadi lagi. Kali ini menimpa para murid Yesus. Pelapor dan penuntutnya adalah “serombongan orang Farisi dan...
  • Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa
    Ulangan 10: 12-22; Mazmur 15; Roma 2: 12-29; Markus 12: 28-34
    Merupakan anugerah dari Tuhan saat ini GKI melangkah memasuki usianya yang ke 30. GKI menyebut dirinya sebagai Gereja Kristen...
  • Libatkan dan Alami Tuhan
    Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58
    Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan...
Kegiatan