Marilah & Sarapanlah

Marilah & Sarapanlah

Belum ada komentar 15 Views

Kehadiran Kristus kembali di tepi danau Tiberias setelah peristiwa kebangkitan-Nya menunjukkan kepada para murid dan kita semua bahwa ternyata Ia tidak berada jauh di luar jangkauan, Ia tidak duduk di singgasana sebagai Raja yang dinobatkan, melainkan sosok yang sangat dekat hadir dalam pergumulan kita sehari-hari.

Sapaan Tuhan Yesus pada para murid “Marilah dan sarapanlah”, sebenarnya merupakan sebuah undangan yang tidak pernah dibayangkan oleh mereka. Yesus ditinggal sendirian kala bergumul di taman Getsemani, bahkan yang lebih menyakitkan lagi Ia disangkal oleh Simon Petrus, murid terdekatnya, tapi tiba-tiba Ia hadir lagi dan mengundang mereka makan, mengundang mereka untuk kembali masuk dalam persahabatan.

Melalui undangan ini Tuhan Yesus telah membuka suatu lembaran baru  dan tidak berhenti pada kegelapan masa lalu. Undangan makan ini sebenarnya merupakan ungkapan wujud kesatuan persaudaraan dan sungguh suatu relasi yang sangat manusiawi. Ia mengundang para murid-Nya untuk datang dan bersantap tanpa membicarakan kesalahan masa lalu mereka. Bukankah ini wujud persahabatan dan perdamaian? Bukan hanya itu, Ia juga hadir dan menawarkan jalan keluar bagi para murid tatkala mereka menghadapi tantangan, kesulitan dan bahkan kegagalan dalam kehidupannya.

Kehadiran Yesus secara nyata telah mengembalikan harapan para murid bahwa Yesus tetap hidup dan berkarya bersama mereka itulah yang dirasakan oleh para murid, oleh mereka yang percaya kepada Yesus dan oleh mereka yang menjadikan Yesus adalah Tuhan. Bukankah kebersamaan seperti inilah yang ditawarkan Tuhan Yesus kepada kita? Seperti para murid kita pun diajak untuk membuka mata hati, merasakan kehadiran dan kebersamaan dengan Tuhan dalam hidup kita.  Jumpailah Dia dalam hidupmu.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sambut
    Sambutlah Sesamamu
    Lukas 13:10-17
    Setelah mengalami pembuangan, Bangsa Israel hidup kembali di Palestina dan Yerusalem. Nubuat dalam Kitab Yesaya ini memberi pengharapan akan...
  • lemah
    Sambutlah Yang Lemah
    Ibrani. 11:29-12:2
    Saya pernah dipukul oleh kakak pertama saya pada waktu saya kecil. “Kamu pikir saya sansak?” Dia bukan marah atau...
  • Sambutlah Pimpinan Tuhan
    Takut. Abram takut menghadapi masa depan tanpa anak. Ia pikir kalau hal itu sampai terjadi, apa boleh buat, hambanyalah...
  • Sambutlah Kristus
    Bulan Budaya dilakukan setiap 2 tahun sekali di GKI Pondok Indah. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar warga jemaat...
  • syukur
    Hendaklah Hatimu Melimpah Dengan Syukur
    Kolose 2:7
    Kita kerap mempermurah makna syukur hanya sebagai reaksi hati, atau malah emosional, atas berkat atau keberuntungan yang kita percaya...
Kegiatan