Marilah & Sarapanlah

Marilah & Sarapanlah

Belum ada komentar 6 Views

Kehadiran Kristus kembali di tepi danau Tiberias setelah peristiwa kebangkitan-Nya menunjukkan kepada para murid dan kita semua bahwa ternyata Ia tidak berada jauh di luar jangkauan, Ia tidak duduk di singgasana sebagai Raja yang dinobatkan, melainkan sosok yang sangat dekat hadir dalam pergumulan kita sehari-hari.

Sapaan Tuhan Yesus pada para murid “Marilah dan sarapanlah”, sebenarnya merupakan sebuah undangan yang tidak pernah dibayangkan oleh mereka. Yesus ditinggal sendirian kala bergumul di taman Getsemani, bahkan yang lebih menyakitkan lagi Ia disangkal oleh Simon Petrus, murid terdekatnya, tapi tiba-tiba Ia hadir lagi dan mengundang mereka makan, mengundang mereka untuk kembali masuk dalam persahabatan.

Melalui undangan ini Tuhan Yesus telah membuka suatu lembaran baru  dan tidak berhenti pada kegelapan masa lalu. Undangan makan ini sebenarnya merupakan ungkapan wujud kesatuan persaudaraan dan sungguh suatu relasi yang sangat manusiawi. Ia mengundang para murid-Nya untuk datang dan bersantap tanpa membicarakan kesalahan masa lalu mereka. Bukankah ini wujud persahabatan dan perdamaian? Bukan hanya itu, Ia juga hadir dan menawarkan jalan keluar bagi para murid tatkala mereka menghadapi tantangan, kesulitan dan bahkan kegagalan dalam kehidupannya.

Kehadiran Yesus secara nyata telah mengembalikan harapan para murid bahwa Yesus tetap hidup dan berkarya bersama mereka itulah yang dirasakan oleh para murid, oleh mereka yang percaya kepada Yesus dan oleh mereka yang menjadikan Yesus adalah Tuhan. Bukankah kebersamaan seperti inilah yang ditawarkan Tuhan Yesus kepada kita? Seperti para murid kita pun diajak untuk membuka mata hati, merasakan kehadiran dan kebersamaan dengan Tuhan dalam hidup kita.  Jumpailah Dia dalam hidupmu.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • terhubung
    Terhubung Dan Bahagia Bersama Sesama
    Kisah Para Rasul 4:5-12; Mazmur 23; 1 Yohanes 3:16-24; Yohanes 10:11-18
    Hidup kita semakin terhubung satu dengan yang lain begitu cepat dan mudah. Keterhubungan komunikas dan informasi adalah sebuah keuntungan...
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
Kegiatan