Marilah & Sarapanlah

Marilah & Sarapanlah

Belum ada komentar 13 Views

Kehadiran Kristus kembali di tepi danau Tiberias setelah peristiwa kebangkitan-Nya menunjukkan kepada para murid dan kita semua bahwa ternyata Ia tidak berada jauh di luar jangkauan, Ia tidak duduk di singgasana sebagai Raja yang dinobatkan, melainkan sosok yang sangat dekat hadir dalam pergumulan kita sehari-hari.

Sapaan Tuhan Yesus pada para murid “Marilah dan sarapanlah”, sebenarnya merupakan sebuah undangan yang tidak pernah dibayangkan oleh mereka. Yesus ditinggal sendirian kala bergumul di taman Getsemani, bahkan yang lebih menyakitkan lagi Ia disangkal oleh Simon Petrus, murid terdekatnya, tapi tiba-tiba Ia hadir lagi dan mengundang mereka makan, mengundang mereka untuk kembali masuk dalam persahabatan.

Melalui undangan ini Tuhan Yesus telah membuka suatu lembaran baru  dan tidak berhenti pada kegelapan masa lalu. Undangan makan ini sebenarnya merupakan ungkapan wujud kesatuan persaudaraan dan sungguh suatu relasi yang sangat manusiawi. Ia mengundang para murid-Nya untuk datang dan bersantap tanpa membicarakan kesalahan masa lalu mereka. Bukankah ini wujud persahabatan dan perdamaian? Bukan hanya itu, Ia juga hadir dan menawarkan jalan keluar bagi para murid tatkala mereka menghadapi tantangan, kesulitan dan bahkan kegagalan dalam kehidupannya.

Kehadiran Yesus secara nyata telah mengembalikan harapan para murid bahwa Yesus tetap hidup dan berkarya bersama mereka itulah yang dirasakan oleh para murid, oleh mereka yang percaya kepada Yesus dan oleh mereka yang menjadikan Yesus adalah Tuhan. Bukankah kebersamaan seperti inilah yang ditawarkan Tuhan Yesus kepada kita? Seperti para murid kita pun diajak untuk membuka mata hati, merasakan kehadiran dan kebersamaan dengan Tuhan dalam hidup kita.  Jumpailah Dia dalam hidupmu.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • pengharapan
    ALLAH Trinitas dan Pengharapan Masa Depan
    Roma 5:1-5, Yohanes 16:12-15
    Alkitab menyatakan bahwa menjadi Kristen dan beriman kepada Allah Trinitas tidaklah mudah. Penolakan, pengucilan dan hal-hal yang buruk mungkin...
  • persekutuan
    Kesatuan Gerejawi : Refleksi Allah Persekutuan
    Yohanes 17:20-26
    Rambut sama hitam tapi pikiran berbeda. Pepatah ini mengungkapkan masing-masing orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda satu sama lain. Bagaimana...
  • ketaatan
    Iman dan Ketaatan yang Teruji
    Yohanes 14: 23-29
    “Tak kenal maka tak sayang” begitu kata pepatah. “Tak sayang, maka tak mungkin percaya dan menjalin relasi” demikian logikanya....
  • baru
  • Kemenangan Kristus
    Merayakan Kemenangan Kristus
    Wahyu 7:9-17
    Cara manusia menangkap kehadiran dan kuasa Tuhan sangat beragam. Ada yang menangkap hadirnya Tuhan melalui alam, melalui pengalaman saling...
Kegiatan