Marilah & Sarapanlah

Marilah & Sarapanlah

Belum ada komentar 43 Views

Kehadiran Kristus kembali di tepi danau Tiberias setelah peristiwa kebangkitan-Nya menunjukkan kepada para murid dan kita semua bahwa ternyata Ia tidak berada jauh di luar jangkauan, Ia tidak duduk di singgasana sebagai Raja yang dinobatkan, melainkan sosok yang sangat dekat hadir dalam pergumulan kita sehari-hari.

Sapaan Tuhan Yesus pada para murid “Marilah dan sarapanlah”, sebenarnya merupakan sebuah undangan yang tidak pernah dibayangkan oleh mereka. Yesus ditinggal sendirian kala bergumul di taman Getsemani, bahkan yang lebih menyakitkan lagi Ia disangkal oleh Simon Petrus, murid terdekatnya, tapi tiba-tiba Ia hadir lagi dan mengundang mereka makan, mengundang mereka untuk kembali masuk dalam persahabatan.

Melalui undangan ini Tuhan Yesus telah membuka suatu lembaran baru  dan tidak berhenti pada kegelapan masa lalu. Undangan makan ini sebenarnya merupakan ungkapan wujud kesatuan persaudaraan dan sungguh suatu relasi yang sangat manusiawi. Ia mengundang para murid-Nya untuk datang dan bersantap tanpa membicarakan kesalahan masa lalu mereka. Bukankah ini wujud persahabatan dan perdamaian? Bukan hanya itu, Ia juga hadir dan menawarkan jalan keluar bagi para murid tatkala mereka menghadapi tantangan, kesulitan dan bahkan kegagalan dalam kehidupannya.

Kehadiran Yesus secara nyata telah mengembalikan harapan para murid bahwa Yesus tetap hidup dan berkarya bersama mereka itulah yang dirasakan oleh para murid, oleh mereka yang percaya kepada Yesus dan oleh mereka yang menjadikan Yesus adalah Tuhan. Bukankah kebersamaan seperti inilah yang ditawarkan Tuhan Yesus kepada kita? Seperti para murid kita pun diajak untuk membuka mata hati, merasakan kehadiran dan kebersamaan dengan Tuhan dalam hidup kita.  Jumpailah Dia dalam hidupmu.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ciptaan Baru? WUJUDKANLAH!
    Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah...
  • Hidup Dalam AnugerahNya
    2 Korintus 4:14-15
    14 Karena kami tahu, bahwa la, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan...
  • Karya Allah Trinitas: Memerdekakan Orang Percaya
    Roma 8: 12-17
    Berbicara tentang kemerdekaan berarti menyinggung persoalan kebebasan. Ada seorang Bapak mengaku percaya kepada Yesus tetapi tidak ingin menjadi seorang...
  • Penyertaan dan Pengharapan
    Yohanes 16:4-15
    Apa yang akan terjadi ketika kita kehilangan hal yang terpenting bagi kehidupan ini? Sangat mungkin untuk kita menjadi sedih,...
  • Kasih Yang Mewujud Dalam Doa
    Yohanes 17: 6-19
    Berdoa menjadi satu hal yang sangat dekat dengan orang Kristen, maupun umat beragama lainnya. Berdoa adalah suatu cara bagi...