Lp Anak dan Wanita Tangerang

Lp Anak dan Wanita Tangerang

Belum ada komentar 86 Views

Untuk kesekian kalinya, Kombas TCC dan Komisi Pekabaran Injil GKI Pondok Indah memperoleh kesempatan untuk melakukan pelayanan di Lembaga Pemayarakatan Anak dan Wanita di Tangerang, Banten. Pelayanan, yang dilakukan pada siang hari tgl 26 Mei 2009 yang lalu itu berbeda dengan pelayanan-pelayanan sebelumnya.

Kali ini, bekerjasama dengan GKI Wahid Hasyim, Komisi Pekabaran Injil GKI Pd. Indah dan beberapa teman dari Kombas TCC, memberikan pelatihan ketrampilan khusus bagi 50 orang warga binaan dengan cara memberikan ketrampilan merangkai manik-manik dari bahan ascarlic menjadi bentuk untaian gelang dan kalung yang sangat indah dan artistik.

Sebagian wanita dan remaja yang karena sesuatu hal terpaksa harus menghuni LP Anak dan Wanita, merasa sangat tertarik untuk membuat aksesoris. Hal itu terlihat dari antusiasme dan keceriaan mereka dalam mengerjakan aksesoris yang mereka buat.

Tiada hentinya mereka bertanya kepada pelatihnya, Bpk. Thomas dari GKI Pd. Indah, yang dibuat sibuk karena harus berkeliling dari satu meja ke meja lainnya guna menjelaskan bagaimana baiknya merakit aksesoris yang mereka kerjakan itu dengan menggunakan benang-benang plastik sehingga tidak mudah lepas. Bpk. Thomas juga memberikan contoh-contoh desain, sehingga mereka dapat memilih desain-desain sesuai dengan selera mereka. Dalam memberikan ketrampilan ini, Bpk. Thomas dibantu oleh Ibu Theresia dan Bpk. Agus Solihin dari GKI Wahid Hasyim, serta Ibu Santy Thenu, Nita dan Myrna dari Kombas TCC.

“Wah, surprise nih,” kata Ibu Christine, Kepala LP Anak dan Wanita, ketika bersama-sama stafnya menyaksikan hasil karya warga binaan. Menurut Ibu Christine, ketrampilan semacam ini belum pernah diajarkan bagi warga binaan di LP tersebut. “Biasanya, mereka hanya diajari cara-cara masak-memasak, pertamanan dan merias,” katanya menambahkan. Sayang, waktu yang tersedia sangat terbatas, yaitu sekitar 2,5 jam saja. Waktu 2,5 jam tersebut terasa sangat pendek dan tidak cukup untuk belajar secara lebih intensif menyelesaikan berbagai bentuk desain aksesoris. Sisa perlengkapan dan bahan-bahan pembuatan aksesoris sengaja ditinggal dan dititipkan melalui petugas LP agar warga binaan tadi dapat melanjutkan pekerjaan mereka.

Pelayanan ini merupakan suatu bentuk baru bagi warga binaan sebagai bekal seandainya nanti mereka sudah menyelesaikan masa penahanan mereka agar mereka bisa mandiri di luar LP. Masih banyak diperlukan uluran kasih dari warga jemaat yang mempunyai talenta guna membina mereka dalam bentuk apapun, sebagai bentuk tanggung jawab kita atas berkat yang sudah kita terima dari Tuhan. Maka sudah selayaknyalah kita menyalurkan berkat itu kepada sesama, khususnya anak-anak dan remaja yang terpaksa harus menghuni Lembaga Pemasyarakatan. (mbn/skt)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Antar Kita
  • Life Group
    1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang...
  • Museum LAI
    Wisata Alkitab ke Museum LAI
    Cuaca pada hari Sabtu, 27 Januari yang lalu sangat cerah. Adik-adik Mateto berkumpul di Gereja untuk berwisata ke Museum...
  • run
    RUN WITH DEMUD TRAIL
    Look deep into nature, and then you will understand everything better. – Albert Einstein Itulah salah satu motivasi kami...
Kegiatan