IMAN, HARAP, KASIH : Nilai-Nilai Keluarga Yang Diwariskan

IMAN, HARAP, KASIH : Nilai-Nilai Keluarga Yang Diwariskan

Belum ada komentar 232 Views

IMAN adalah sikap mengakui serta tunduk kepada kemahakuasaan Allah sekaligus mengandung unsur penyerahan diri secara penuh dan kemauan untuk mentaati apa yang menjadi tuntutan dari penyerahan diri tersebut. Pada hakekatnya iman, suatu tindakan yang melibatkan seluruh kepribadian manusia secara utuh. Iman bukan hanya soal hati tapi kesatuan totalitas keberadaan diri manusia kepada Allah.

PENGHARAPAN dinyatakan dalam Ibrani 6:19-20 bahwa: “Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai perintis bagi kita, ketika Ia menurut pengertian Melkisedek, menjadi imam Besar sampai selama-lamanya.”

Pengharapan adalah respon dari iman kita kepada Allah. Pengharapan lebih dari sekedar sikap optimis sebab pengharapan kita terletak pada kekuasaan Allah yang dapat mengubah kehidupan menjadi baik. Dasar pengharapan orang percaya adalah terwujudnya Kerajaan Allah di bumi seperti di sorga.

KASIH menjadi yang utama membungkus iman dan pengharapan. Iman tanpa kasih menjadi dingin dan pengharapan tanpa kasih menjadi suram. Semua karunia dan semua karya yang mampu dilakukan akan kehilangan makna ketika dilakukan tanpa kasih. Kasih adalah api yang menyalakan iman dan cahaya yang mengubah pengharapan menjadi kepastian (William Barclay).

Selama satu bulan ini, kita sama-sama telah menghayati nilai iman,harap, kasih, baik dalam kehidupan berkeluarga maupun dalam kehidupan berjemaat. Kiranya melalui penghayatan ini, kita mampu berjuang menghadirkan kerajaan Allah di tengah dunia ini. Kita mampu bertahan di tengah badai kehidupan dan mampu menjadi kesaksian yang hidup untuk kemuliaan nama Allah. Kiranya nilai-nilai ini menjadi didikan yang diteruskan dari generasi ke generasi sebagai warisan yang bernilai melebihi warisan materi. Langkah berpijak dengan pasti, menatap masa depan dengan penuh pengharapan. Bertaut pada lengan yang kuat, memberikan perlindungan yang aman. Dalam Yesus Kristus, bertumbuhlah iman, harap dan kasih.

 

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kesalehan yang Berbahaya
    Sasaran kritik Yesus yang paling tajam bukanlah orang yang tidak beragama, melainkan orang beragama, tepatnya para pemimpin agama. Bacaan...
  • Rumah Tanpa Alibi
    Matius 22:34-46
    Dalam bacaan ini, Yesus menghadapi pertanyaan dari orang-orang Farisi dan kemudian bertanya tentang identitas Mesias. Percakapan tersebut mengajak kita...
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...