IMAN, HARAP, KASIH : Nilai-Nilai Keluarga Yang Diwariskan

IMAN, HARAP, KASIH : Nilai-Nilai Keluarga Yang Diwariskan

Belum ada komentar 52 Views

IMAN adalah sikap mengakui serta tunduk kepada kemahakuasaan Allah sekaligus mengandung unsur penyerahan diri secara penuh dan kemauan untuk mentaati apa yang menjadi tuntutan dari penyerahan diri tersebut. Pada hakekatnya iman, suatu tindakan yang melibatkan seluruh kepribadian manusia secara utuh. Iman bukan hanya soal hati tapi kesatuan totalitas keberadaan diri manusia kepada Allah.

PENGHARAPAN dinyatakan dalam Ibrani 6:19-20 bahwa: “Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai perintis bagi kita, ketika Ia menurut pengertian Melkisedek, menjadi imam Besar sampai selama-lamanya.”

Pengharapan adalah respon dari iman kita kepada Allah. Pengharapan lebih dari sekedar sikap optimis sebab pengharapan kita terletak pada kekuasaan Allah yang dapat mengubah kehidupan menjadi baik. Dasar pengharapan orang percaya adalah terwujudnya Kerajaan Allah di bumi seperti di sorga.

KASIH menjadi yang utama membungkus iman dan pengharapan. Iman tanpa kasih menjadi dingin dan pengharapan tanpa kasih menjadi suram. Semua karunia dan semua karya yang mampu dilakukan akan kehilangan makna ketika dilakukan tanpa kasih. Kasih adalah api yang menyalakan iman dan cahaya yang mengubah pengharapan menjadi kepastian (William Barclay).

Selama satu bulan ini, kita sama-sama telah menghayati nilai iman,harap, kasih, baik dalam kehidupan berkeluarga maupun dalam kehidupan berjemaat. Kiranya melalui penghayatan ini, kita mampu berjuang menghadirkan kerajaan Allah di tengah dunia ini. Kita mampu bertahan di tengah badai kehidupan dan mampu menjadi kesaksian yang hidup untuk kemuliaan nama Allah. Kiranya nilai-nilai ini menjadi didikan yang diteruskan dari generasi ke generasi sebagai warisan yang bernilai melebihi warisan materi. Langkah berpijak dengan pasti, menatap masa depan dengan penuh pengharapan. Bertaut pada lengan yang kuat, memberikan perlindungan yang aman. Dalam Yesus Kristus, bertumbuhlah iman, harap dan kasih.

 

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Libatkan dan Alami Tuhan
    Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58
    Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan...
  • Bangunlah dan Makanlah
    1 Raja-Raja 19:4-8; Mazmur 34:1-8; Efesus 4:25-5:2; Yohanes 6:35, 41-51
    Sosok nabi Elia, dengan kisah-kisahnya dikenal sebagai seorang utusan Tuhan yang mengagumkan, tetapi sebagai seorang manusia, ia juga mempunyai...
  • Kehadiran Allah
    Menikmati Kehadiran Allah
    Kel. 16:2-4, 9-15; Mzm. 78:23-29; Ef. 4:1-16; Yoh. 6:24-35
    Roti gambaran energi yang dibutuhkan seseorang untuk dapat tetap hidup. Ketergantungan pada roti menunjukkan ketergantungan seseorang pada energi yang...
  • dalam kasih
    Berakar Dan Berdasar Dalam Kasih
    2 Raja-Raja 4:42-44; Mazmur 145:10-18; Efesus 3:14-21; Yohanes 6:1-21
    Kristus tentu tidak dapat dipisahkan dari kasih-Nya yang lebar dan dalam. Karena itu menerima Kristus berarti menerima kasih-Nya yang...
  • REKONSILIASI KEMANUSIAAN
    Rekonsiliasi Kemanusiaan
    Yeremia 23:1-6; Mazmur 23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Dunia kita adalah dunia yang terpecah-belah. Karena kita selalu menekankan identitas primordial. Apalagi diperkuat dengan politik identitas. Di tengah...
Kegiatan