Tinggal di dalam Dia Berbuah bagi Dunia
“Wah… di mana ya tempat ibadahnya?” keluh Pak Hasudungan sambil menepiskan keringat yang bercucuran di keningnya tersengat panas matahari di siang bolong. “Pak Herman, apa kita nggak salah alamat desanya ya?” serunya pada Herman, koster gereja kota yang juga nampak kebingungan. “Kayaknya bener sini dech pak, dulu saya juga pernah nganter pendeta yang dari luar kota, ya ke sini ini tempatnya, tapi kok tidak ada orang yang menyambut... [baca..]
Pengacara Berhati Nurani
Pertama kali kami berjumpa dan berkenalan adalah ketika pada suatu kali, sekitar tiga tahun yang lalu, saya diundang untuk memimpin kebaktian di jemaat GKI Diponegoro Surabaya. “Selamat siang Pak Purboyo, saya Rachmat, penatua di sini. Saya yang ditugasi untuk menjamu Bapak selama menjadi tamu kami,” ujarnya ramah seraya menjabat tangan saya dengan erat. Sejak itu dalam berbagai pertemuan, walau rentang waktunya renggang, kami kian baik mengenal... [baca..]
Kasih Sejati
Lukas 10:25-37Margaret Anderson, seorang penulis dan editor ternama dari Amerika pernah berujar: “Kasih sejati menginginkan yang terbaik bagi orang yang dikasihi, sedangkan kasih romantik menghendaki diri orang yang dikasihi (In real love you want the other person’s good. In romantic love you want the other person).” Selain mengingatkan kita bahwa apa yang kerap kita agung-agungkan sebagai kasih–terutama dalam cinta romantik–belum tentu adalah cinta yang... [baca..]
Sudahkah yang Terbaik Kuberikan
Jika kita perhatikan tema kita, ada dua kata yang sebenarnya menarik untuk dibahas. Kata “terbaik” dalam tema “Sudahkah yang terbaik kuberikan” tetapi juga kata “cukup” dalam Doa yang diajarkan Tuhan Yesus, “Berikanlah kepada kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.” Apakah berarti prinsip “terbaik” bertentangan dengan prinsip “cukup”? Sebagai orangtua, saudara tentu sangat memahami kedua arti kata tersebut. Banyak... [baca..]
Berpaling Kepada Kehidupan
Yoh. 20:1-18Kisah Paskah sebagaimana dinarasikan oleh Yohanes ini dapat kita dekati dari berbagai sisi kehidupan gerejawi. Melalui tulisan ini saya mengajak anda untuk mendekatinya dari sisi Pastoral: Batas antara gelap dan terang Yohanes memulai narasi Paskahnya dengan sebuah pernyataan: “…pagi-pagi benar ketika hari masih gelap…” Subuh, demikian kita sering menyebutnya. Satu titik waktu yang merupakan batas antara gelap dan terang. Satu titik... [baca..]
Ketika Tangan Tuhan Menggamit…
Perawakannya termasuk kecil untuk seorang perempuan. Kurus, agak bungkuk, tetapi masih bisa berjalan dengan cepat, berkacamata tebal dan sangat sehat. Beliau mempunyai kebiasaan yang waktu itu saja sudah aneh bagi kami anak-anak, yaitu makan pinang, yang ditutup dengan mengunyah tembakau. Usianya sudah tujuhpuluhan, walau tidak ada seorang pun di dalam keluarga yang mengetahuinya dengan tepat. Kami selalu memanggilnya: Mbah Ineng, sebutan akrab dari... [baca..]
Bekerja Dengan Hati (Dan Roh Kudus)
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kol. 3:23) Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga; untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu... [baca..]
TATAP DAN SIMAKLAH, Tuhan Sedang Melakukan Kebaikan
Tahun 2009 baru saja kita tinggalkan, tentu saja bersama dengan segala kenangan yang manis dan pahit, yang menggetarkan dan menentramkan, yang mendorong dan menghentikan, yang memberi peluang dan jalan keluar tapi juga sekaligus memojokkan kita dalam kondisi stagnasi. Marilah melakukan refleksi sejenak, bagaimana seharusnya memahami peristiwa demi peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita? Apakah peristiwa itu sendiri yang disebut dengan pengalaman?... [baca..]
Christmas Carol Yang Mengesankan
Ketika saya memulai pelayanan di jemaat GKI Pondok Indah, saya mendengar bahwa GKI Pondok Indah mempunyai program Christmas Carol. Waktu itu yang terbayang oleh saya adalah kebiasaan yang saya tahu di Belanda, yaitu sekelompok orang berdiri di perempatan jalan, atau di muka rumah seseorang, menyanyikan lagu-lagu Natal. Dan memang itu juga yang kita saksikan di mal-mal mewah di Jakarta. Belakangan saya mengerti bahwa kegiatan itu dikoordinasikan dan... [baca..]
Sukacita Bagi Semua
IA yang datang di “tepian kehidupan” Natal sama sekali bukanlah kisah romantik. Kitalah yang acap menghiasinya dengan warna-warni dekorasi baik fisik maupun rohani-spiritual. Sedemikian rupa sehingga Natal bukanlah Natal bila tidak meriah dan menyukacitakan, lengkap dengan makanan mewah-lezat serta hadiah-hadiah mahal. Sedemikan rupa sehingga terkadang maknanya mirip dengan hari raya, sekadar pesta sekaligus kesempatan keluarga berkumpul serta... [baca..]



