Hidup Sebagai Pilihan

Hidup ini penuh dengan pilihan. Sejak kita lahir, dewasa maupun di ambang kematian, kita memilih. Pada waktu balita, seorang anak mulai dapat memilih makanan yang disukainya. Ketika seorang beranjak dewasa, pilihan penting dalam hidup harus diambilnya: jodoh. Saat seorang mapan bekerja dan memiliki cukup uang, ia juga harus memilih apa yang harus ia lakukan dengan uangnya: investasi, menghabiskannya, atau memberikannya kepada mereka yang membutuhkan.... [baca..]

Diberkati Agar Menjadi Berkat

Kejadian 12:1-9

Masyarakat nomad adalah sekelompok orang (biasanya merupakan sanak saudara) yang hidup berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Bagi masyarakat nomad, kekuatan dan keamanan mereka adalah kelompoknya. Hidup di luar kelompoknya, jelas memperhadapkan mereka pada bahaya yang sulit untuk diduga. Jadi bisa dibayangkan pergumulan Abram, ketika panggilan Tuhan datang kepadanya. Sebagai bagian dari sebuah masyarakat nomad, maka panggilan Tuhan untuk... [baca..]

Dosen Yang Murah Hati

Saya sudah lama mengenal Pdt. Wyanto, sejak kami sama-sama mahasiswa teologi. Ia dari Sekolah Tinggi Teologia (STT) Duta Wacana di Yogyakarta, dan saya dari STT Jakarta, pada waktu itu saya masih duduk di tingkat persiapan dan ia di tingkat terakhir. Perkenalan kami terjadi dalam pertemuan mahasiswa teologi asal GKI Jawa Tengah di daerah Magelang, tahun 1974. Saat itu Pdt. Agus Susanto dan almarhum Ibu Nani juga hadir. Sekitar 20-an orang mahasiswa... [baca..]

Kebangkitan-Nya Memulihkan

Berbicara tentang sebuah peristiwa yang setiap kali diulang-ulang seperti Paska (h), misalnya, bisa jadi menjadi suatu yang menyulitkan tetapi juga sekaligus membosankan. Menyulitkan bagi si penulis, oleh karena setiap kali ia harus berusaha dan berpikir keras untuk membuat peristiwa itu tetap menarik dan tetap relevan namun di sisi lain bisa membosankan pembacanya karena itu lagi, itu lagi, pasti bicara Yesus yang bangkit, kubur yang kosong, perempuan-perempuan... [baca..]

Perubahan dan Pembaruan

Gereja, jika mau terus hidup, haruslah berubah. Yang saya maksud, tentulah perubahan ke arah yang lebih baik. Karena, tentu saja ada kemungkinan, bahkan besar kemungkinannya, perubahan yang terjadi justru menuntun kita pada masa depan yang lebih buruk. Untuk perubahan yang lebih konstruktif ini kerap dipakailah kata “pembaruan”. Sobat Kristus yang bernama Paulus itu pernah menunjukkan arah perubahan yang harus dilakoni setiap orang Kristen,... [baca..]

Belajar dari Para Guru PAK

“Pak Purboyo, dapatkah Bapak membawakan renungan pada Perayaan Natal Guru-guru Pendidikan Agama Kristen (PAK), Minggu 14 Desember di lantai 3…?” tanya Pak Arman, ketua Komisi Pekabaran Injil GKI Pondok Indah. Tanpa berpikir panjang saya mengiyakannya setelah memeriksa agenda saya. Padahal sebenarnya selain belum pernah bertemu apalagi memimpin acara guru-guru PAK itu, saya juga tidak terlalu mengerti siapa guru-guru itu, serta bagaimana... [baca..]

Kidung Baru, Kidung Keselamatan

Ketika kata tak cukup untuk mencurahkan isi hati, maka nada pun ikut tertutur. Seperti yang dikatakan Augustinus: Qui cantat, bis orat, mereka yang bernyanyi sekali, berdoa dua kali. Itulah yang sesungguhnya terjadi pada peristiwa Natal. Natal merupakan sebuah peristiwa agung yang menjadi jendela yang mengantarai kerahiman ilahi dan pergumulan abadi manusia. Dan mereka yang membuka hati dan hidup untuk melongok ke dalam jendela itu memasuki dimensi... [baca..]

Ming dan Ikan Emas Koki

Seusai mandi dan makan malam, ketika saya bermaksud untuk bersantai membaca-baca atau menonton film di televisi, telepon berdering. “Halo… Pungky… Ah, untung kamu di rumah…” “Hai Cu… Kenapa kok ‘untung aku ada di rumah?’” “Biasa… si Ming lagi. Ada-ada saja dia itu!” jawab Cu dengan nada kesal bercampur geli. Cu adalah seorang ibu muda yang harus sendirian membesarkan Ming, putra... [baca..]

Keluarga Yang Terlibat Dalam Pemulihan Relasi Antar Manusia

Roma 12:9-21 (18) & Kejadian 45:1-15

Perkembangan dunia dan masyarakat di mana kita hidup ini terjadi sedemikian rupa sehingga hal-hal yang pragmatis, dangkal dan yang sifatnya tidak hakiki justru dipentingkan. Sebaliknya hal-hal yang utama dalam kehidupan, seperti makna dan visi kehidupan, dan terutama makna serta nilai kemanusiaan cenderung dianggap relatif, terlalu ideal dan tidak realistik. Akibatnya terjadi proses pemiskinan harkat manusia dan hal-hal yang melekat padanya. Salah... [baca..]

Kebudayaan dan Kekristenan

Apakah saudara pernah memerhatikan jalan menuju sebuah rumah duka? Di Jakarta, petunjuk jalan yang digunakan menuju sebuah rumah duka adalah bendera kuning. Tapi sewaktu saya tinggal di daerah Jawa Tengah, mereka tidak menggunakan bendera kuning, melainkan bendera putih. Ada juga bahkan yang menggunakan bendera merah. Apa yang menyebabkan perbedaan itu? Jawabannya adalah kebiasaan setempat. Bulan ini kita khusus membahas mengenai “Budaya”.... [baca..]

« Previous PageNext Page »