Yang Bodoh Dipilih Allah Untuk Memalukan Yang Berhikmat

1 Korintus 1:18-31

Belum ada komentar 233 Views

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang, dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah …. (1Kor. 1:27-28)

Salvador Dali, pelukis surealis asal Spanyol, pernah melukis Yesus yang sedang tergantung pada salib Golgota. Tidak seperti lukisan salib yang lain umumnya, Dali melukis Yesus yang tersalib tampak dari atas, seperti kita melihat ke bawah dari sebuah gedung yang tinggi. Lukisan itu memberi perspektif yang sangat berbeda. Dali ingin menunjukkan cara melihat salib yang lain. Orang biasanya melihat lukisan salib dari depan secara horizontal. Namun Salvador Dali, sang pelukis surealis itu, melihatnya secara vertikal, dari atas ke bawah, seolah-olah Allah sendiri dari Surga melihat Yesus yang tergantung di atas salib, di bumi.

Lukisan Dali membuktikan bahwa salib Yesus dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Bagi dunia, salib berarti kebodohan, kelemahan dan kekalahan. Tetapi bagi Allah, salib berarti hikmat, kekuatan dan kemenangan.

Ini yang dimaksudkan oleh Paulus dalam surat Korintus tentang salib Yesus. Paulus membenarkan bahwa salib itu kebodohan, batu sandungan, dan kekalahan, tetapi menurut pandangan dunia. Dunia ialah mereka yang tidak mengenal dan percaya akan Allah. Paulus menegaskan bahwa apa yang bodoh menurut ukuran dunia, telah dipilih Allah untuk memalukan orang yang berhikmat. Yang lemah menurut dunia, dipilih Allah untuk memalukan yang kuat. Yang tidak terpandang dan hina bagi dunia, dipilih Allah untuk meniadakan yang berarti. [Pdt. (Em.) Ferdinand Suleeman]

REFLEKSI:
Pendapat kita tentang salib tergantung di mana kita berdiri dan melihatnya.

Ayat Pendukung: Yes. 49:1-7; Mzm 71:1-14; 1Kor. 1:18-31; Yoh. 12:20-36
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Percaya Penuh
    Kejadian 6:11-22
    Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. (Kejadian 6:22) Dalam pergaulan dan komunikasi...
  • Kecenderungan Hati
    Kejadian 6:1-10
    TUHAN meiihat betapa besarnya kejahatan manusia di bumi, dan segaia kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. (Kejadian 6:5) Dalam...
  • Doa Bagi Indonesia
    Mazmur 122
    Berdoalah untuk damai sejahtera Yerusalem, “Kiranya orang-orang yang mencintaimu hidup sentosa’.’ (Mazmur 122:6) Apakah Saudara bangga menjadi orang Indonesia?...
  • Dikagumi dan Dibenci
    Yesaya 60:8-16
    Sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci, dan tidak dilalui seorang pun, sekarang Aku akan membuat engkau menjadi...
  • TUHAN, Sang Juruselamat
    Yesaya 33:17-22
    Sebab, TUHANlah Hakim kita, TUHANlah panglima kita; TUHANlah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita. (Yesaya 33:22) Bagaimanakah kita mengenal...