Tuhan Sumber Gembiraku

Lukas 10:21-24

Belum ada komentar 269 Views

Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah matayang melihat apayang kamu lihat’.’ (Luk. 10:23)

“Semua bunga ikut bernyanyi, gembira hatiku. Segala rumput pun riang—ria, Tuhan sumber gembiraku.” Penggalan lirik lagu Madah Bakti 477 ini pernah dipopulerkan oleh mendiang Gregorius Djaduk Ferianto, seniman kenamaan asal Yogyakarta, bersama kelompok musik Kua Etnika. Terlukis begitu kuat dari syairnya, kegembiraan yang bersumber dari Tuhan. Melalui keindahan alam semesta, Tuhan dijumpai dan dipuji.

Kegembiraan yang kuat, tampak saat Yesus dikuasai oleh Roh Kudus. Sang Anak dalam kuasa Roh Kudus menyatakan syukur dan sukacita-Nya kepada Sang Bapa. Yesus berterima kasih kepada Bapa karena melalui diri-Nya, para murid sebagai orang biasa mengalami karya Allah Trinitas. Yesus secara sengaja memberi dikotomi antara para nabi dan raja dengan para murid sebagai orang biasa. Hal tersebut untuk menunjukkan betapa luar biasanya anugerah yang diterima para murid karena berjumpa Bapa melalui karya Sang Putra. Pada saat momen menoleh, Yesus menyebut para murid sebagai orang yang berbahagia karena pengalaman iman ini. Pengenalan utuh para murid terhadap Sang Anak adalah perjumpaan sepenuhnya dengan Sang Bapa itu sendiri.

Iman yang mengalami perjumpaan personal dengan Tuhan adalah iman yang meluapkan kebahagiaan. Ada berbagai cara Tuhan menyapa dan menjumpai kita. Salah satunya adalah melalui alam semesta ciptaan-Nya. Bagaimanapun cara kita berjumpa Tuhan, biarlah itu menjadi pengalaman yang digenangi rasa syukur. [Pdt. Ayub Sektiyanto]

REFLEKSI:
Sudahkah Yesus menjadi sumber kegembiraan hidup kita?

Ayat Pendukung: Mzm. 1145:8-14; Zak. 4:1-7; Luk. 10:21-24
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menghormati Kekudusan-Nya
    Keluaran 3:1-12
    … tempat engkau berdiri itu adalah tanah yang kudus…Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. (Keluaran 3:5b,...
  • Kepada-Mu Aku Percaya
    Mazmur 31:1-5, 15-16
    Tetapi, aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” (Mazmur 31:15) Beriman kepada Tuhan bukan berarti tidak...
  • Apa Yang Engkau Kehendaki?
    Matius 20:17-28
    Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya, “Nyatakanlah supaya kedua anakku ini duduk di dalam Kerajaan-Mu, seorang di sebelah kanan-Mu...
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...