Dari Rutinitas Ke Sukacita

Mazmur 100

Belum ada komentar 142 Views

Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2)

“Bahaya terbesar dari rutinitas bukanlah kebosanan, melainkan kehilangan makna dari apa yang kita lakukan.” Kalimat bijak ini mengingatkan kita bahwa bahaya terbesar dari rutinitas bukanlah rasa jenuh atau kebosanan, melainkan ketika kita kehilangan makna dari apa yang kita lakukan. Hal ini sangat relevan dengan ibadah kita. Ketika ibadah menjadi sekadar kebiasaan, kita kehilangan makna sejatinya, yaitu perjumpaan dengan Tuhan yang menumbuhkan spiritualitas kita.

Mazmur 100 adalah seruan sukacita bagi semua orang untuk datang ke hadapan TUHAN dengan hati yang bersyukur. Pemazmur mengajak kita bersorak-sorai bagi TUHAN, beribadah dengan sukacita, dan menyanyikan pujian syukur sebagai pengakuan bahwa Dialah Allah yang menciptakan dan memelihara kita. Ketika kita beribadah dengan kesadaran ini, ibadah kita akan menjadi sarana perjumpaan dengan Tuhan dan perayaan akan kasih-Nya dalam hidup kita.

Saat ibadah hanya menjadi rutinitas tanpa makna, kita hanya hadir secara fisik. Namun, ketika kita sadar bahwa “TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya” (ayat 5), ibadah yang kita lakukan akan dipenuhi sukacita dan menjadi ekspresi hati yang penuh syukur karena mengenal kasih serta kesetiaan Allah kepada kita. Mari melangkah keluar dari rutinitas dan masuk ke dalam hadirat-Nya dengan penuh sukacita! Selamat beribadah! [Pdt. Jotje H. Karuh]

DOA:
Tuhan, mampukan kami untuk beribadah dengan sukacita sehingga kami mengalami perjumpaan dengan-Mu yang mematangkan spiritualitas kami. Amin.

Ayat Pendukung: Yeh. 34:17-23; Mzm. 100; 1 Ptr. 5:1-5
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ceritakan Siapa Allah
    Mazmur 78:1-7
    … tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian, karya-karya TUHAN yang masyhur dan kekuatan-Nya, perbuatan-perbuatan ajaib yang telah...
  • Hati Yang Menyembah
    Matius 15:1-9
    “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari Aku.” (Matius 15:8) Ada sebuah perumpamaan yang berbunyi, “Gajah...
  • Ketaatan Mendatangkan Kemenangan
    Yosua 6:1-16,20
    Lalu pada kali yang ketujuh, ketika para imam meniup sangkakala, Yosua memerintahkan bangsa itu, “Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan...
  • Berkat atas Keluarga
    Mazmur 128
    Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang yang takut akan TUHAN. (Mazmur 128:4) Sering kali penulis bertanya kepada anak-anak muda yang...
  • JANGAN GILA HORMAT
    Matius 23:1-12
    Siapa saja yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa saja yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Matius 23:12)...