Tuhan Itu Perisaiku

Mazmur 28

Belum ada komentar 1 View

TUHANlah kekuatanku dan perisaiku. (Mazmur 28:7a)

Seseorang yang terus-menerus menghadapi tekanan hidup atau masalah akan merasa terpojok dan merasakan kesesakan. Muncul pula rasa lelah, cemas, dan putus asa. Ia merasakan betapa rapuhnya manusia di hadapan penderitaan. Saat menderita, muncul rasa takut dan tidak berdaya.

Berulang kali Daud mengalami kesesakan dalam hidupnya. Ia pernah dikejar dan terancam keselamatannya oleh para musuh yang hendak membinasakannya. Ia juga pernah mengalami ketakutan dan kelaparan. Daud adalah manusia biasa; ia sama seperti kita. Dalam beberapa gubahan mazmurnya, ia memperlihatkan kerapuhannya. Mengeluh dan berseru bukanlah aib, melainkan sesuatu yang manusiawi. Daud berteriak meminta pertolongan kepada TUHAN untuk menghadapi lawan-lawannya. Sekalipun nyaris putus asa, ia tetap meyakini bahwa TUHAN adalah perisai dan benteng yang teguh. Perisai dan benteng merupakan alat pertahanan dalam medan perang untuk melindungi diri dari serangan musuh. Bagi Daud, demikianlah TUHAN yang dipercayainya.

Bagaimana dengan kita? Masalah boleh ada, dan badai bisa terjadi kapan saja. Namun, apakah kita memiliki iman seperti Daud? Ketika kita meyakini bahwa Tuhan adalah perisai dan benteng yang teguh, sudahkah kita menempatkan diri dalam perlindungan- Nya, sehingga kita tetap tenang dalam menghadapi badai kehidupan? [Pdt. Nanang]

DOA:
Ya Tuhan, buatlah kami tidak bimbang dalam menghadapi persoalan kehidupan ini dan mampukan kami berlindung dalam perisai-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Kej. 37:29-36; Mzm. 28; 2 Ptr. 2:4-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian