Tuhan Itu Perisaiku

Mazmur 28

Belum ada komentar 123 Views

TUHANlah kekuatanku dan perisaiku. (Mazmur 28:7a)

Seseorang yang terus-menerus menghadapi tekanan hidup atau masalah akan merasa terpojok dan merasakan kesesakan. Muncul pula rasa lelah, cemas, dan putus asa. Ia merasakan betapa rapuhnya manusia di hadapan penderitaan. Saat menderita, muncul rasa takut dan tidak berdaya.

Berulang kali Daud mengalami kesesakan dalam hidupnya. Ia pernah dikejar dan terancam keselamatannya oleh para musuh yang hendak membinasakannya. Ia juga pernah mengalami ketakutan dan kelaparan. Daud adalah manusia biasa; ia sama seperti kita. Dalam beberapa gubahan mazmurnya, ia memperlihatkan kerapuhannya. Mengeluh dan berseru bukanlah aib, melainkan sesuatu yang manusiawi. Daud berteriak meminta pertolongan kepada TUHAN untuk menghadapi lawan-lawannya. Sekalipun nyaris putus asa, ia tetap meyakini bahwa TUHAN adalah perisai dan benteng yang teguh. Perisai dan benteng merupakan alat pertahanan dalam medan perang untuk melindungi diri dari serangan musuh. Bagi Daud, demikianlah TUHAN yang dipercayainya.

Bagaimana dengan kita? Masalah boleh ada, dan badai bisa terjadi kapan saja. Namun, apakah kita memiliki iman seperti Daud? Ketika kita meyakini bahwa Tuhan adalah perisai dan benteng yang teguh, sudahkah kita menempatkan diri dalam perlindungan- Nya, sehingga kita tetap tenang dalam menghadapi badai kehidupan? [Pdt. Nanang]

DOA:
Ya Tuhan, buatlah kami tidak bimbang dalam menghadapi persoalan kehidupan ini dan mampukan kami berlindung dalam perisai-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Kej. 37:29-36; Mzm. 28; 2 Ptr. 2:4-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...