Tetap Percaya Walau Tidak Melihat

Belum ada komentar 320 Views

Gambaran kisah kebangkitan Kristus ternyata sangat unik. Satu sisi menggambarkan terjadinya perubahan dari para murid yang semula mengalami ketakutan tetapi kemudian dipulihkan oleh Kristus untuk mengalami damai-sejahtera Allah. Sisi yang lain kisah kebangkitan Kristus juga dibangun berdasarkan pengalaman riel, mereka diperkenankan untuk bersentuhan dengan tubuh Kristus yang bangkit. Berdasarkan pengalaman inilah mereka menyaksikan kebangkitan Kristus kepada banyak orang.

Permasalahan mulai muncul ketika salah seorang murid yang waktu terjadinya penampakan Yesus tidak berada di sana, yakni Thomas. Dengan sangat tegas ia menyatakan sikap tidak percaya sebelum menyentuh lubang bekas paku di tangan dan lambung Yesus. Apabila pengalaman melihat dan meraba tubuh Kristus yang bangkit dijadikan alat ukur, maka iman akan segera tergeser dan tidak tersedia lagi ruang bagi misteri kebangkitan Kristus. Lalu apa maknanya Kristus yang bangkit jikalau tujuannya hanya mau membuktikan bahwa Dia tidak mati? Bukankah tujuan utama kematian dan kebangkitanNya adalah agar seluruh umat manusia dapat terbebas dari belenggu kuasa dosa ?

Kerinduan untuk mengetahui rahasia penyataan Allah merupakan kerinduan kita untuk hidup lebih mengenal-Nya. Namun harus diwaspadai tidak semua yang ingin kita ketahui mampu membimbing kita kepada kebenaran Allah dan pembaharuan hidup, bahkan seringkali malahan menjauhkan kita dari Allah. Marilah kita merenungkan sejenak, apakah semua yang kita ketahui lebih mendekatkan kita untuk memahami terang Kristus, atau malah mencipta keraguan ? Apakah banyak hal yang kita pahami mendorong kita untuk mengenal kuasa kebangkitan dan memberikan keberanian untuk menyampaikan damai sejahtera Kristus kepada banyak orang ?

(TT)

 

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...
  • Hidup Berhikmat, Cukuplah
    Yohanes 6:51-58
    Bagaimana kamu hidup? Pernahkah kita memperhatikan bagaimana kita hidup, mencermati, mengevaluasi dan merefleksikannya? Bagaimana kita telah mempergunakan waktu yang...
  • Roti Hidup
    1 Raja-raja 19:4-8; Mazmur 34:2-9; Efesus 4:25-5:2; Yohanes 6:35, 41-51
    Roti adalah salah satu jenis makanan yang dapat membuat manusia bertahan hidup, jika dalam kebiasaan bangsa lain bisa nasi,...