Tetap Percaya, Tetap Berbuat Baik

2 Raja-raja 4:18-31

Belum ada komentar 113 Views

Demikianlah perempuan itu berangkat dan pergi kepada abdi Allah di gunung Karmel. (2Raj. 4:25)

Martin Avdeitch seorang pembuat sepatu yang sangat baik. Namun, ia hidup dalam kesedihan karena telah kehilangan istri dan semua anaknya. Dalam keputusasaannya, ia berdoa agar Tuhan mengambil saja nyawanya, apalagi ia sudah tua. Tanpa harapan, ia pun tidak lagi ingin pergi ke gereja. Namun, pada suatu hari, seorang biarawan tua singgah di rumahnya dan membuat hatinya kembali tercerahkan. Kisah itu terdapat dalam cerpen Leo Tolstoy “Where Love is, God is.” Tokoh Martin mungkin mewakili kita yang putus asa, bahkan melupakan Tuhan serta orang lain, ketika kita berhadapan dengan penderitaan.

Perempuan Sunem tampaknya berbeda. Ia kaya, tetapi belum mempunyai anak. Itu penderitaan besar, terutama bagi seorang perempuan pada waktu itu. Namun, ia tetap berbuat kebaikan kepada Elisa. Ia menyediakan ruangan khusus dan menjamunya dengan sangat baik tiap kali Elisa datang. Elisa pun membalas kebaikan perempuan ini dengan membuatnya mempunyai anak. Sayangnya, setelah anak itu besar, ia sakit dan meninggal. Perempuan Sunem itu kembali menderita, bahkan lebih dari sebelumnya. Namun, ia tetap percaya bahwa Allah yang telah memberikan kepadanya seorang anak, dapat juga mengembalikan kehidupan anaknya saat itu.

Bagaimana dengan kita? Apakah penderitaan yang kita alami akan melumpuhkan kita atau membuat kita tetap mampu bertindak baik? [Ibu Yessy Sutama]

REFLEKSI:
Karakter dan kepercayaan kita teruji lewat penderitaan.

Ayat Pendukung: Mzm. 30; 2Raj. 4:18-31; 2Kor. 8:1-7
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...