Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu. (Lukas 6:19)
Bayangkan seorang dokter yang tidak pernah menolak pasien. Dia tidak hanya mendiagnosis, tetapi menyembuhkan dengan sentuhan kasihnya. Orang-orang dari berbagai tempat datang dengan harapan.
Banyak orang datang dari Yudea, Yerusalem, bahkan daerah Tirus dan Sidon ingin mendengar dan disembuhkan Yesus. Lukas menekankan bahwa bukan hanya kata-kata Yesus yang menarik, tetapi juga kuasa penyembuhan yang mengalir dari-Nya. Orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu. Ini menunjukkan bahwa kuasa Yesus aktif dan memulihkan. Tak ada yang pulang dengan kecewa. Semua orang mengalami pemulihan. Yesus bukan hanya guru, tetapi sumber kuasa penyembuhan. Kuasa itu mengalir dari-Nya karena Dia adalah Anak Allah yang hidup. Penyembuhan yang dilakukan-Nya melampaui fisik, menyentuh hati, harapan, dan iman manusia. Ketika kita menyentuh Yesus dengan iman, kuasa-Nya menjamah kita dengan kasih.
Di zaman penuh luka batin dan krisis, kita pun seperti orang banyak itu. Kita haus akan penghiburan, pemulihan, dan makna hidup. Yesus tetap sama, kuasa-Nya terus mengalir. Kita dipanggil untuk datang dengan iman, bukan sekadar harapan samar. Dia menjawab bukan hanya permohonan kesembuhan fisik tapi seluruh kehidupan kita. Percayalah, kuasa-Nya sanggup menyembuhkan kita. [Pdt. Sri Agus Patnaningsih]
DOA:
Tuhan Yesus, jamahlah kami dengan kuasa-Mu. Pulihkan hati dan hidup kami dengan kasih-Mu. Amin.
Ayat Pendukung: Ams. 4:10-27; Mzm. 105:1-11, 37-45; Luk. 6:12-19
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.



Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.