Tatkala Kasih Tak Bisa Dihitung!

Belum ada komentar 567 Views

Inti cerita Yohanes 12: 1-8, sebenarnya merupakan cerita kehidupan pelayanan Maria untuk Tuhan Yesus, imannya menggerakkan dan mempersiapkan sebuah minyak narwastu terbaik untuk Tuhan”. Ketulusan Maria dalam melayani Tuhan tidak usah kita pertanyakan lagi. Karena motif Maria jelas: “Tuhan terlebih dahulu mengasihiku, maka harta terbaik-ku pun akan kuberikan kepada Dia”.

Bagaimana dengan Yudas? Yudas mempunyai perspektif yang lain, dia mencibir Maria, bukan hati Maria yang ia lihat, namun barang (objek) minyak narwastu yang ia permasalahkan. Yudas mempunyai motif yang cukup masuk akal secara kemanusiaan: “Daripada barang tersebut diurapkan kepada Yesus, lebih baik minyak tersebut diberikan kepada orang miskin.” Pertikaian-pun terjadi oleh karena tindakan Maria, Yudas akhirnya berhasil memprovokasi seluruh tamu, termasuk para murid yang lain di dalam pesta Simon untuk: “mempertanyakan minyak narwastu Maria” dan bukannya “motif Maria“ melakukan hal tersebut! (perhatikan kalimat di atas ini dengan jelas)

Tatkala Kasih tak bisa dihitung! Yudas seharusnya melakukan introspeksi diri: “dia mencela Maria namun dia tidak pernah berkaca, bahwa selama mengikut Yesus, Yudas tidak pernah memberikan persembahan yang terbaik! Jangankan minyak, arti balas-budi saja tidak pernah dikenalnya! Justru dengan mulut dan ciuman maut, dialah yang telah mengkhianati Gurunya sendiri dengan 30 keping perak (Mat. 26:15). Bahkan sejujurnya, Yudas Iskarot yang tidak mengetahui arti kemanusiaan dalam kesehariannya dibandingkan Maria.

“Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan Mammon”(Mat. 6:24; Luk. 16:13). Bahkan mengukur kasih kita kepada Allah dengan uang. Hal ini juga berlaku bagi semua anak-anak Tuhan! “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman ‘Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibr. 13:5). Disinilah tantangan hidup sebagai anak-anak Tuhan yang sebenarnya diuji! Mampukah kita melakukan hal tersebut? Biarlah waktu yang menjawabnya. Tuhan Memberkati. © [AY]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...