Tanggung Jawab Sebagai Warga Negara

Hakim-hakim 9:7-15

Belum ada komentar 77 Views

… Jika kamu sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kamu, datanglah berlindung di bawah naunganku. Namun, jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon aras Libanon. (Hakim-hakim 9:15)

Kehidupan demokrasi menuntut keterlibatan aktif setiap warga negara untuk ikut serta membangun negara dan bangsanya. Keterlibatan tersebut bisa dilakukan dengan berbagai bermacam cara, di antaranya adalah menjadi anggota badan eksekutif, legislatif, atau yudikatif, sesuai dengan kemampuan dan panggilannya. Peran sebagai warga negara juga bisa dilakukan dengan ikut serta memberikan suara dalam pemilihan umum.

Yotam mengecam warga Kota Sikhem karena telah memilih pemimpin yang salah yaitu Abimelekh yang diumpamakan sebagai semak duri. Tapi kecaman itu juga ditujukan kepada orang-orang baik yang tidak bersedia menjadi pemimpin. Dalam perumpamaan itu Yotam memakai gambaran pohon zaitun, ara, dan anggur. Ketiganya sebenarnya dipandang layak untuk menjadi pemimpin, tetapi mereka menolak karena mereka lebih memilih untuk menyukakan hati TUHAN dan sesamanya. Akhirnya yang bersedia adalah semak duri yang sejak awal sudah bertindak sewenang-wenang. Bencana pun tak terhindarkan menimpa warga Kota Sikhem karena dipimpin oleh Abimelekh yang kejam.

Tidak sedikit orang yang menilai bahwa kehidupan politik adalah kehidupan duniawi, penuh dosa, tipu daya, dan trik-trik jahat. Namun pada sisi lain, suka atau tidak, harus diakui bahwa kehidupan politik sangat menentukan hajat hidup seluruh rakyat dan bangsa. Maka menjauhi keterlibatan secara langsung maupun tidak langsung dalam memilih pemimpin bukanlah sikap iman yang benar dan bertanggung jawab. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Terima kasih karena Tuhan menempatkan kami di Indonesia. Biarlah kami selalu ikut serta membangun bangsa ini sesuai dengan tugas, panggilan, dan keberadaan kami. Amin.

Ayat Pendukung: Hak. 9:1-15; Mzm. 20; 1 Yoh. 2:18-28
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...