Tanda Salib

Kisah Para Rasul 2:22-36

Belum ada komentar 66 Views

Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. (Kis. 2:24)

Merek suatu barang mengasosiasikan produk tertentu dan identitas dari perusahaan yang memproduksinya. Merek berfungsi membedakan produk satu perusahaan dengan perusahaan lainnya dan sekaligus menjadi jaminan reputasi produsen. Oleh karena itu, tidak heran kalau pimpinan suatu perusahaan telepon genggam di Korea tidak segan untuk membakar ratusan ribu ponsel produksinya karena dianggap cacat produksi. Ia tidak ingin produknya dicap murahan. Ia ingin merek produksinya betul-betul diperhitungkan oleh konsumen dan identik dengan kualitas produk yang terbaik. Untuk itu, ia berani mengorbankan kuantitas demi kualitas.

Ibarat merek, salib adalah simbol yang identik dengan Kristus dan para pengikut-Nya. Namun, bagi orang Yahudi, salib adalah tanda kekejian. Oleh karena itu, Mesias yang disalibkan adalah suatu hal yang tidak mungkin bagi mereka, sebab seorang yang disalibkan itu berarti dikutuk oleh Allah (Ul. 21:23). Jadi, bagaimana mungkin Yesus yang disalib atau seorang yang dikutuk Allah adalah seorang Mesias?

Kisah Para Rasul menyatakan bahwa penderitaan dan kematian Kristus yang disalib justru menggenapi rencana Allah. Salib itu sendiri bukanlah sebuah kutukan atau hukuman Allah karena ternyata Allah sendiri membela dan membenarkan Yesus dengan membangkitkan-Nya dari kematian. Salib justru menjadi tanda kemenangan yang membuktikan bahwa Yesus sungguh Mesias dan Tuhan. [Ibu Yessy Sutama]

REFLEKSI:
Bagi kita pengikut Kristus, salib bukanlah tanda kekalahan, melainkan kemenangan; bukan pula tanda kutukan, melainkan kemuliaan.

Ayat Pendukung: Mzm. 85; Hos. 15:1-15; Kis. 2:22-36
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...