Sikap Hidup Orang Percaya

1 Tesalonika 5:12-18

Belum ada komentar 204 Views

Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang. (1Tes. 5:14)

“Kehidupan yang tak bermanfaat adalah kematian yang datang lebih awal,” demikian kata Johann Wolfgang von Goethe. Ini sebuah pernyataan yang mengingatkan kita untuk memiliki hidup yang bermakna. Bagaimana kita mewujudkannya dalam kehidupan bersama dan dalam persekutuan jemaat?

Paulus pada bagian akhir suratnya ini memberikan beberapa nasihat kepada jemaat di Kota Tesalonika agar menata hidup mereka di dalam jemaat dan kehidupan sehari-hari. Pertama, nasihat membangun diri sendiri. Mereka tekun berdoa, mengucap syukur dalam segala hal, serta sukacita dalam menjalani hidup. Sikap seperti ini tentu akan memampukan mereka untuk tetap berdiri tegak dalam menghadapi situasi apa pun hidup mereka. Kedua, nasihat membangun kasih persaudaraan. Mereka saling peduli, saling menguatkan, dan saling menegur seorang terhadap yang lain dalam kasih. Jika demikian, kasih persaudaraan yang terbentuk akan saling menguatkan dan saling membangun kehidupan yang lebih baik satu terhadap yang lainnya. Ketiga, nasihat membangun persekutuan jemaat. Mereka mendukung pelayanan dalam jemaat dengan talenta yang mereka miliki, menerima teguran dan nasihat dari pemimpin jemaat ketika mereka berbuat salah, hidup damai dengan sesama anggota jemaat, serta menghormati, mengasihi dan mendoakan pimpinan jemaat.

Mari kita bangun kualitas hidup yang bermanfaat bagi diri sendiri, dengan sesama, dan bagi gereja kita. [Pdt. Jotje H. Karuh]

REFLEKSI:
Karena hidup adalah tentang membangun kualitas sehingga menjadi berkat.

Ayat Pendukung: Mzm. 9:2-15; Za. 2:1-5, 5:1-4; 1Tes. 5:12-18
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Patutkah Marah?
    Yunus 4:1-11
    Tetapi, firman TUHAN, “Patutkah engkau marah?” (Yunus 4:4) Banyak orang beranggapan bahwa marah adalah hal yang lumrah dan manusiawi....
  • Hormati Kemurahan Allah
    Mazmur 51
    Kurban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam dan penuh penyesalan tidak akan Kau pandang...
  • PAMER
    Matius 6:1-6, 16-21
    Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:18b) Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, muncullah suatu...
  • Tak Berjalan Sendirian
    1 Raja-raja 19:9-18
    Tetapi, Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, semua orang yang tidak berlutut menyembah Ba’al dan mulutnya tidak...
  • Kesabaran Allah
    Mazmur 78:17-20, 52-55
    Ketika Ia menggiring umat-Nya seperti domba-domba, dan memimpin mereka seperti kawanan hewan di padang gurun; ketika Ia menuntun mereka...