Setia Pada TUHAN

Hakim-hakim 2:6-15

Belum ada komentar 92 Views

Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekitar mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN. (Hak. 2:12)

Kitab Hakim-hakim mencatat sejarah kehidupan bangsa Israel dari saat ketika masa pengembaraan di bawah pimpinan Yosua berakhir, hingga munculnya masa kerajaan. Di sepanjang sejarah itu, ada pola yang berulang. Bangsa Israel mengkhianati Tuhan, sehingga Tuhan mengizinkan bangsa-bangsa lain menindas mereka. Lalu bangsa Israel berseru-seru kepada Tuhan, meminta pertolongan dan berjanji akan bertobat. Tuhan tergerak hati- Nya dan membebaskan mereka. Tetapi tak lama kemudian, mereka kembali mengulangi dosanya.

Pertanyaan yang patut kita renungkan, mengapa bangsa Israel berulang kali mengkhianati Tuhan dengan begitu mudahnya? Jawabannya ialah mereka tertarik pada dewa- dewa dan berhala-berhala yang disembah orang-orang yang ada di sekitar mereka. Sebagaimana kata pepatah “rumput di halaman tetangga selalu tampak lebih hijau daripada rumput di halaman sendiri.” Demikianlah yang terjadi pada bangsa Israel. Mereka berulang kali gagal tetap setia kepada Tuhan, karena mereka mudah tergoda dengan apa yang dilakukan tetangga-tetangga mereka.

Jalan keluar dari jeratan lingkaran setan semacam itu adalah belajar untuk tetap setia kepada Tuhan, betapapun menggodanya hal yang ditawarkan oleh dunia. Sama seperti seorang suami/istri harus setia pada pasangannya, meskipun ia bertemu dengan perempuan/laki-laki lain yang tampak lebih menarik, demikian pulalah seharusnya kesetiaan kita kepada Tuhan. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja]

REFLEKSI:
Kesetiaan membutuhkan kedisiplinan tinggi untuk mengatakan tidak pada godaan sekitar, betapapun menggiurkannya godaan tersebut.

Ayat Pendukung: Mzm. 139:1-6, 13-18; Hak. 2:6-15; 2Kor. 10:1-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Syukuri Masa Kini
    Bilangan 11:1-9
    Suatu ketika bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang kemalangan mereka. Mendengar itu menyalalah murka TUHAN. Lalu api TUHAN...
  • Mencintai Taurat
    Mazmur 119:97-104
    Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. (Mazmur 119:97) Di jalanan, banyak orang tidak peduli pada aturan atau tata...
  • Iri Hati
    Matius 20:1-16
    “Tidakkah aku boleh mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Matius 20:15) Iri...
  • Muliakan Tuhan Dengan Kekayaan
    Matius 19:23-30
    “Sekaii lagi Aku berkata kepadamu: Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan...
  • Berhenti Bersungut
    Keluaran 16:1-21
    Di padang gurun itu segenap umat Israel bersungut-sungut kepada Musa dan Harun. (Keluaran 16:2) Seorang ibu mengalami depresi akibat...