Perilaku orientasi seksual

Seragam Paduan Suara

Belum ada komentar 481 Views

Bapak Pendeta yang baik,

Bapak Pendeta, Akhir-akhir ini saya memer hatikan bahwa setiap paduan suara atau grup kolintang di gereja kita memiliki seragam yang dipakai dalam berbagai pelayanan. Ada yang setuju dengan pemakaian seragam tersebut karena indah dipandang, tetapi ada juga yang menilai bahwa pemakaian seragam kini terkesan mewah dan bahkan “jor-joran”.

Beberapa warga jemaat yang ingin bergabung juga tampak ragu-ragu karena harus merogok kocek untuk membuat seragam tersebut. Bagaimana pendapat Bapak mengenai hal ini? Bukankah ciptaan Tuhan tidak ada yang seragam, melainkan seperti pelangi yang justru indah karena berbagai warna? Mohon pencerahan Bapak agar kita memiliki pemahaman yang sama tentang “seragam” di lingkungan pelayanan gereja.

Terima kasih.
(Kirana)

Jawab:

Halo Kirana!

Unity dan Uniformity, adalah dua hal yang berbeda. Untuk bisa bersatu bukan berarti harus seragam. Fokus paduan suara atau grup kolintang yang paling utama adalah pada nyanyian/lagu yang dilayankan. Justru ketika kita berbicara sebuah nyanyian, maka kita menjumpai banyak hal yang berbeda (nada suara yang berbeda: sopran, alto, tenor, bas) namun me- nyatu dalam satu harmoni menjadi lagu yang indah.

Jadi soal ‘seragam’ paduan suara atau grup kolintang bagi saya bukanlah hal yang utama, yang penting ya nyanyian/lagunya. Bagi saya, seragam yang paling cocok untuk paduan suara gereja/grup kolintang adalah model jubah. Praktis dan bisa diturunkan jika anggota berganti. Kalau seragam yang sekarang kadang-kadang susah diturunkan pada anggota yang lain karena ukurannya sudah disesuaikan dengan tubuh masing-masing anggota.

Persoalannya, ‘seragam’ ini kadang- kadang adalah ‘sumbangan’ dari seseorang, sehingga untuk menga- presiasinya ya harus dipakai. Apa pun itu, ketika ada masukan tentang ‘seragam’, apalagi ketika ada yang ragu untuk bergabung karena soal ‘seragam’, mestinya menjadi evaluasi buat grup paduan suara/kolintang gereja.

Semoga mereka membaca Pastoralia ini ya?

 

>> Pdt. Rudianto Djajakartika

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Pastoralia
  • YESUS, Allah Sejati Manusia Sejati?
    Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak arti pribadi Yesus yang Allah sepenuhnya dan manusia sepenuhnya (Allah 100%...
  • Perihal BERDOA
    Bapak Pendeta yang baik, Saya ingin menyampaikan beberapa pernyataan, dan mengajukan beberapa pertanyaan, atau lebih tepatnya mohon izin berkonsultasi...
  • Menyikapi Kematian
    Bapak Pendeta yang baik, Bagaimana sebaiknya merespons dan menyikapi kematian? Saya berasal dari kepercayaan lain dan belum lama menjadi...
  • Lagi-lagi Soal Nikah Beda Agama
    Lagi-lagi Soal Nikah Beda Agama
    Pak Pendeta yang baik, Meskipun di rubrik ini sudah sering dijelaskan tentang menikah beda agama yang dilayani di GKI...
  • GKI Pondok Indah Tidak Memberi Wadah Konseling Bagi Permasalahan Keluarga?