PENGEMBANGAN DIRI

Matius 25:14-30

Belum ada komentar 108 Views

“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.” (Mat. 25:14)

Mengembangkan potensi diri adalah panggilan Tuhan bagi kita semua. Setiap orang diberi potensi oleh Tuhan untuk berkembang. Ketika kita mampu memaksimalkan potensi diri serta memanfaatkannya, maka kita akan menjadi manusia bernilai yang memberi nilai tambah bagi kehidupan bersama.

Perumpamaan tentang talenta menekankan pentingnya kesetiaaan dan ketekunan dalam mengembangkan talenta atau potensi diri yang Tuhan percayakan kepada kita. Kepada masing-masing hamba diberikan sejumlah talenta. Jumlah itu diberikan sesuai dengan peran dan kesanggupan setiap hambanya dalam mengembangkan talenta. Sang tuan sangat mengetahui kemampuan setiap hambanya. Teguran sang tuan kepada hamba yang menerima satu talenta bukan karena ia tidak dapat melipatgandakannya, melainkan karena ia tidak setia dan tekun dalam mengembangkan talenta yang dipercayakan kepadanya. Artinya, dalam perumpamaan ini bukan jumlah pelipatgandaannya yang terpenting. Yang dipentingkan adalah kesanggupan setiap hamba untuk mengelola dan mengembangkan talenta dengan tekun dan setia.

Kita tidak perlu membandingkan diri sendiri dengan yang lain, tetapi mintalah hikmat dari Tuhan agar dimampukan melakukan yang terbaik bagi diri sendiri, sesama, dan bagi Tuhan dengan talenta yang kita miliki. Jika kita tidak mau mengembangkannya, tidak mau bekerja, diam saja, bersikap pasif, itu sama artinya kita tidak menghargai Tuhan sebagai pemberi talenta. [Pdt. Jotje H. Karuh]

REFLEKSI:
Tuhan menghargai setiap upaya kita dalam mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi kehidupan bersama.

Ayat Pendukung: Zef. 1:7, 12-18; Mzm. 90:1-8, (9-11), 12; 1Tes. 5:1-11; Mat. 25:14-30
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Cinta Dan Pengorbanan
    Matius 26:6-13
    “Untuk apa pemborosan ini?” (Matius 26:8b) Ungkapan “cinta perlu pengorbanan” sering digunakan untuk menggambarkan bukti cinta yang sejati. Secara...
  • Pikiran Tuhan
    Roma 11:33-36
    Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? (Roma 11:34) Pengalaman yang panjang dan proses...
  • Hampir Sama Seperti Allah
    Mazmur 8
    Namun, Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah….(Mazmur 8:6a) Para pegiat lingkungan memperkirakan bahwa Indonesia kehilangan sekitar 10 juta...
  • SIAPAKAH AKU?
    Matius 16:13-20
    Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (Matius 16:15) Saat ini, media sosial telah menjadi salah...
  • Ragi Farisi Dan Saduki
    Matius 16:5-12
    Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa Ia berbicara bukan supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang...