Pdt. Grace Nanuru: Sukacita Dalam Pelayanan Di Jemaat Kecil

Belum ada komentar 19 Views

Shalom, Salam sehat selalu dalam lindungan kasih Tuhan Yesus. Terima kasih kepada GKI Pondok Indah yang sudah berbagi berkat kepada saya dan beberapa teman pelayan di daerah selama ini.

Saya Pendeta Grace Nanuru, STh. yang melayani Jemaat Solideo Kapatlap, GKI (Gereja Kristen Injili) di Tanah Papua—Klasis Raja Ampat Tengah.

Jemaat Solideo Kapatlap berada di Kampung Kapatlap, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat. Kabupaten Raja Ampat mempunyai 117 kampung dan 24 distrik yang secara geografi terdiri atas 4 pulau besar, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misol, Pulau Batanta dan Pulau Salawati, serta begitu banyak pulau kecil yang hanya dapat dijangkau dengan alat transportasi laut, seperti kapal, dan speed boat. Sebagian besar masyarakat di kampung-kampung menggunakan perahu fiber atau perahu kayu dengan mesin motor 15 PK. Kampung Kapatlap merupakan daerah Raja Ampat yang dapat dijangkau dari kota Sorong dengan menggunakan perahu. Perjalanan dilalui selama 1 jam 30 menit jika laut teduh, tetapi jika banyak gelombang dan angin, waktu tempuh bisa sampai 2 jam atau lebih.

Saya ditempatkan oleh Klasis Raja Ampat Tengah di Jemaat Solideo Kapatlap sejak tanggal 14 Agustus 2015, dan sampai sekarang saya masih tetap melayani jemaat yang sama. Solideo Kapatlap merupakan jemaat kecil yang saat ini sudah berjumlah 70 kepala keluarga. Mayoritas mata pencarian jemaat adalah sebagai nelayan. Pegawai negeri yang ada di kampung terdiri atas 3 orang guru dan 1 mantri.

PELAYANAN DALAM JEMAAT DALAM SITUASI COVID-19

Saya melaksanakan tugas sebagai Ketua jemaat dibantu oleh 12 Majelis jemaat yang terdiri atas 8 penatua dan 4 syamas. Pelayanan kami sampai saat ini berjalan baik dalam koordinasi dengan Klasis Raja Ampat Tengah dan Badan Pekerja Am Sinode. Dalam masa pandemi COVID-19— berdasarkan arahan Sinode dan Klasis—kami beribadah di gereja dengan memerhatikan zonasi. Karena jemaat kami berada di Pulau, kami beribadah di gedung gereja dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan. Kami menganjurkan warga jemaat yang tidak beribadah di gedung gereja untuk tetap melakukan ibadah atau doa di rumah (ada liturgi yang disiapkan bagi mereka). Namun karena tidak semua orangtua atau anak bisa membaca, maka kami menganjurkan agar mereka yang tidak menggunakan liturgi, berdoa Bapa Kami atau menaikkan doa mereka sendiri.

Seperti biasa, ibadah-ibadah persekutuan hanya dibagi dalam kelompok kelompok kecil. Ibadah Keluarga dibagi atas 2 sektor/wik, ibadah Tunas di rumah-rumah dibagi per kelas (Remaja-Tanggung-Anak Kecil) dan Sekolah Minggu dibagi atas 2 sektor. Ibadah Persekutuan Wanita (PW), Kaum Bapak (PKB) dan Pemuda (PAM) juga dibagi atas 2 sektor. Di Kapatlap, ibadah-ibadah Unsur jemaat PW, PKB, PAM dan Ibadah Diakonia (Ibadah untuk lansia, janda, duda dan anak yatim-piatu) dilaksanakan pada hari Minggu siang seusai ibadah Minggu di Gereja, karena biasanya pada hari Senin pagi, seusai ibadah Buka Subuh, dari pagi sampai Sabtu siang warga jemaat sudah melakukan aktivitas di laut dan di kebun. Ibadah Tunas dan Keluarga dilaksanakan setiap Jumat dan Sabtu sore.

Untuk kegiatan, biasanya kami lakukan dengan memerhatikan hari besar gerejawi dan juga berdasarkan program setiap unsur jemaat yang diputuskan di sidang jemaat.

Selain itu ada kegiatan pembinaan, kegiatan kreatif yang dilaksanakan oleh kaum ibu, pemuda dan anak anak, serta kegiatan ketika ada tamu yang datang dari luar kampung. Saya sendiri melakukan kegiatan pendampingan belajar bagi anak anak sekolah di kampung maupun di beberapa kampung yang ada di Raja Ampat, karena dalam situasi pandemi COVID-19, tidak ada guru di kampung untuk aktivitas belajar-mengajar. Belajar online juga tidak dapat dilakukan karena anak-anak di kampung belum dapat menggunakan ponsel dengan baik. Selain keterbatasan ekonomi orangtua, keterbatasan dalam mendampingi anak-anak secara langsung pun sangat sulit, apalagi lewat daring.

Puji Tuhan, selama pandemi COVID-19, jemaat dalam keadaan sehat, pelayanan juga berjalan dengan baik.

SUKACITA DALAM PELAYANAN

Bagi saya, ditempatkan di jemaat kecil, di pulau yang jauh dari kota, adalah hal yang sangat luar biasa yang saya jalani dengan penuh sukacita. Anak anak saya pun tidak pernah mengeluh ketika mereka berada di laut atau di darat mengikuti pelayanan ibu mereka. Dan yang paling penting, saya begitu banyak merasakan pengalaman iman yang luar biasa, dihadapkan pada gelombang laut yang teduh sampaikan gelombang yang luar biasa besar dan dasyat. Dalam segala situasi, saya selalu mengutamakan sukacita dalam melayani—walaupun ada kesulitan dan tantangan—misalnya karena Gereja belum memiliki perahu dan motor laut sendiri. Saya sering menumpang ikut bila ada warga jemaat yang pergi ke kota untuk menjual ikan atau berbelanja.

Karena keterbatasan ekonomi jemaat, sebulan sekali jemaat mengumpulkan bama (beras, gula, teh dan lain-lain) bagi kebutuhan pendeta di pastori. Ikan selalu mereka bawa setiap hari. Dalam pelayanan jemaat di pulau, semua tantangan itu tidak mematahkan semangat untuk tetap melayani dengan setia. Dengan pertolongan Tuhan, tantangan dan pergumulan apapun dapat saya lewati sampai hari ini. Hidup di dalam dan bersama Tuhan menjadikan saya sebagai pribadi yang kuat. Kuasa dan kasih Tuhan dapat dinikmati oleh siapa saja yang mau setia dalam mengerjakan panggilan Nya. Apa yang bisa saya kerjakan pasti saya lakukan, dan yang belum mampu saya kerjakan, saya serahkan kepada Tuhan yang memilih dan mengutus setiap hamba-Nya untuk menggarap ladang-Nya. Seperti kata lagu “Kerja Buat Tuhan terlalu maniseee.”

So… let’s do it… and see the miracles in your life.

Semoga semua yang dilakukan dan dikerjakan dalam pelayanan menjadi berkat bagi jemaat.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Sudut Hidup
  • Jalan Pagi Lagi di Antara Jiwa-Jiwa
    perjumpaan dengan inspirasi kehidupan lain yang juga mendatangkan syukur
    Upaya Menjaga Kebugaran Sungguh tak mudah memulai kembali sebuah rutinitas, terutama yang menyangkut fisik, apalagi kalau memang pada dasarnya...
  • Jalan Pagi di Antara Jiwa-Jiwa
    Perjumpaan-perjumpaan yang menginspirasi kehidupan dan mendatangkan syukur.
    Jalan Pagi Untuk menjaga kondisi dan kesehatan jasmani di masa yang menekan ini sehingga tidak banyak aktivitas yang bisa...
  • In-Memoriam: Pdt. (Em.) Timotius Setiawan Iskandar
    Bapak bagi banyak anak yang membutuhkan kasih: yang kukenal dan kukenang
    Mencari Tempat Kos Setelah memutuskan untuk mengambil kuliah Magister Manajemen pada kelas Eksekutif (kuliah pada hari Sabtu-Minggu) di Universitas...
  • Mukjizatnya Disediakan Bagiku
    Suatu malam pada pertengahan bulan Oktober 2016, saya tidak bisa tidur sama sekali sepanjang malam. Hal tersebut tidak pernah...