PASSION, Bukan Fashion

Lukas 9:18-27

Belum ada komentar 157 Views

Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Luk. 9:23)

Kosuke Koyama, seorang teolog asal Jepang, menulis buku dengan judul Tidak Ada Gagang Pada Salib. Secara sederhana, ia mau menegaskan bahwa salib itu harus dipikul, bukan ditenteng seperti rantang makanan atau tas koper yang elok.

Setelah melihat berbagai mukjizat yang dilakukan-Nya dan setelah para murid menerima kuasa dari-Nya, Yesus mengajukan pertanyaan yang sangat mendasar: Siapakah Dia menurut kata orang dan para murid? Petrus memberi jawab yang oleh Yesus diterima sebagai paling tepat. Yesus adalah mesias. Sebagai mesias, maka para pengikut Yesus berada dalam situasi yang berbahaya. Mereka dapat mengalami berbagai penderitaan sebagai akibat menjadi murid-Nya. Semua itu oleh Yesus disimbolkan dengan salib. Pada masa itu salib adalah alat untuk menghukum penjahat, sekaligus cara penghukuman yang paling hina. Dengan kata lain, Yesus menegaskan bahwa setiap orang yang mau mengikut-Nya harus bersedia untuk berada pada posisi yang paling hina. Mereka harus bersedia memikul salib, bukan menyembunyikannya.

Bila kita cermati hidup kekristenan masa kini apakah kita masih menemukan orang Kristen yang sungguh memikul salib? Bersedia menderita karena imannya pada Yesus atau menjadi orang Kristen yang cengeng? Alih-alih memikul salibnya, orang Kristen mungkin lebih suka menjadikannya sekadar sebagai hiasan. Padahal, salib bukan hiasan, fashion. Salib adalah panggilan, passion. [Jan Calvin Pindo]

DOA:
Tuhan, terima kasih untuk kesempatan menjadi murid-Mu dan memikul salib-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 29; Yeh. 3:12-21; Luk. 9:18-27
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...