Padang Gurun

Markus 1: 9-15

Belum ada komentar 234 Views

Sebelum Tuhan Yesus dipimpin Roh Kudus memasuki padang gurun, la dibekali kalimat peneguhan yang memberi-Nya energi baru. “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Membayangkan padang gurun, kita dibawa pada suatu suasana sepi, liar, tantangan yang sulit, takut, putus asa, tanpa bantuan. Ke tempat yang seperti ini lah Roh Allah menuntun Yesus sebelum mulai melaksanakan pelayanannya di dunia ini.

Padang gurun adalah gambaran kehidupan alami yang akan dan harus dihadapi oleh setiap orang. Bagaimana kita harus menghadapinya, mungkinkah kita menghapuskan penderitaan itu?

Pada tanggal 4 Februari kita memperingati “Hari Kanker Sedunia”, meski ada banyak kemajuan dalam pemahaman, diagnosis, dan pengobatan kanker, namun masih banyak hal yang dapat kita lakukan. Kita dapat dan harus menghibur para sahabat yang mengalami pergumulan akibat dari kanker yang di deritanya. Bisa jadi para sahabat kita ini sedang bingung dan merasa rendah diri, merasa hidupnya tidak bermakna lagi.

Memberi penghiburan (dari bahasa latin consolatio = berada bersama dengan orang yang sendirian), tidak berarti menghapuskan penderitaan, tetapi lebih-lebih menjadi teman dan berkata “Engkau tidak sendirian, saya menemanimu. Kita dapat mengangkat beban ini bersama-sama. Jangan takut, saya ada di sini.” Inilah penghiburan. Kita semua perlu memberi tapi juga perlu menerimanya dari sesama kita. Hidup kita juga rapuh ketika harus memasuki padang gurun kehidupan, karena itu kita juga membutuhkan energi penghiburan dari sesama kita.

Daya cipta dari kata-kata inilah yang perlu kita hidupkan atau nyatakan kembali. Kata-kata yang mengungkapkan kasih dan peneguhan itu sama dengan roti yang dapat menjadi energi, menguatkan, memberikan harapan dan semangat baru untuk melangkah memasuki padang gurun kehidupan ini.

(tt)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...