Suara TUHAN menyemburkan nyala api. (Mazmur 29:7)
Ada sebuah atraksi di mana seseorang menyemburkan api dari mulutnya. Atraksi ini dikenal dengan nama fire breathing atau napas api. Teknik ini dapat dilakukan dengan cara memasukkan bahan yang mudah terbakar ke dalam mulut, yang kemudian disemburkan saat api dinyalakan di dekat mulut. Namun, atraksi ini bukan tanpa risiko. Apabila bahan tersebut tertelan atau masuk ke dalam paru-paru, sang aktor bisa mengalami keracunan.
Tentu saja, TUHAN, Allah kita, bukan sedang melakukan atraksi fire breathing. Dalam Mazmur 29, Daud menunjukkan kedahsyatan TUHAN dengan menggambarkan betapa suara-Nya “mematahkan pohon aras”, “membuat padang gurun gemetar”, dan “membuat rusa betina yang mengandung beranak”. Penggambaran ini sangat mengena bagi orang Israel karena berkaitan dengan keseharian mereka. Pengalaman dinaungi tiang awan dan tiang api dalam perjalanan menuju Kanaan diyakini menjadi latar belakang lahirnya ayat 7 di atas. Daud seakan menegaskan bahwa tiang api yang mengawal orang Israel dahulu berasal dari Allah sendiri.
Daud menunjukkan rasa hormatnya kepada Allah. Kita pun bisa merasakan hal yang sama dengan Daud, karena Allah yang suara-Nya menyemburkan api yang abadi itu adalah Allah yang kini mengawal kita dalam momen- momen tergelap dalam hidup ini. Jadi, apa lagi yang perlu kita takutkan? [Pdt. Timur Citra Sari]
REFLEKSI:
Allah kita dahsyat dan setia. Jangan takut.
Ayat Pendukung: 1 Sam. 3:1-9; Mzm. 29; Kis. 9:1-9
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.


Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.