MUKJIZAT

Yohannes 2:1-11

Belum ada komentar 222 Views

Di dalam kisah Yesus mengubah air menjadi anggur di perkawinan Kana, muncul catatan sangat penting, yaitu di dalam ayat 11, “Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” Inilah kali pertama kata “tanda” (sēmeion) muncul. Kita semua tahu dengan sangat baik kisah “mukjizat” yang Yesus lakukan di Kana itu. Namun demikian, kita mungkin tak pernah sadar bahwa penulis Injil Yohanes tidak satu kali pun memakai istilah “mukjizat” (dunamis). Sebaliknya, 17 kali dipergunakan kata “tanda” (tunggal: sēmeion, 6 kali; jamak: sēmeia, 11 kali).

Terdapat delapan tanda yang Yesus kerjakan semasa karya-Nya sebelum disalibkan. Dan peristiwa di Kana adalah yang pertama. Di dalam Yohanes 2:11 di atas kita belajar bahwa sebuah tanda tidak memiliki kepentingan pada dirinya sendiri. Ia berharga sejauh menunjuk pada yang lain, yaitu “menyatakan kemuliaan-Nya.” Maka, inilah sikap terbaik menghadapi mukjizat, yaitu, jangan terlalu terpesona sedemikian rupa hingga fokus iman kita bukan lagi pada Kristus. Jauh lebih penting Si Pembuat daripada mukjizat itu sendiri. Sebuah mukjizat hanyalah sebuah tanda—bagai sebuah jari yang menunjuk pada Kristus. Jangan terpaku pada jari itu, tapi pada Dia yang ditunjuknya.

Itu sebabnya, tujuan akhir dari semua tanda di dalam Injil Yohanes selalu berlapis ganda: mempermuliakan Kristus dan membangkitkan iman pada Kristus nan mulia itu. Bacalah kembali ayat 11 di atas dan Anda akan menemukan kedua lapisan ini. Demikian pun di ujung injil ini tercatat begini, “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya” (Yoh. 20:30-31). Maka, jika pun mukjizat tak berlangsung seperti yang kita kehendaki, sejauh kita tetap, bahkan makin, beriman pada Kristus, mukjizat tak sungguh-sungguh diperlukan.

Ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...