Merdeka dari Perbudakan

Roma 8:12-25

Belum ada komentar 145 Views

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dihadapkan pada pilihan antara hidup dalam perbudakan, kecenderungan untuk berbuat dosa, termasuk kebiasaan buruk yang merugikan orang lain dan diri sendiri, serta kehidupan yang dibayang bayangi oleh ketakutan, kecemasan dan berbagai beban kehidupan yang membuat seseorang terikat. PIlihan yang lain adalah menerima tawaran Yesus, untuk hidup dalam kemerdekaan dengan hidup dalam tuntunan Roh Kudus (ay,13,15 dan 21)

Ketika seseorang mengalami kecemasan dalam hidupnya, permasalahan yang mencemaskan dirinya akan berusaha untuk menguasai hidupnya, sehingga tanpa disadari ia telah hidup dalam perbudakan dari permasalahannya, dan serentak dengan itu relasi dengan Tuhan pun semakin renggang dan bahkan cenderung menjadi bimbang akan keberadaan Tuhan.

Sebaliknya ketika seseorang membuka diri untuk dituntun oleh Roh Kudus dan hidup dalam pengharapan akan pertolongan Tuhan, maka ia akan hidup merdeka dan terlepas dari perbudakan dosa dan ketakutan yang dialaminya.

Dengan tuntunan Roh Kudus, seseorang dimampukan untuk memperbaiki dirinya dengan mengatasi kelemahan dan kebiasaan buruk, dan tumbuh dalam kesetiaan dan ketaatan kepada-Nya.

Nilai resiliensi mengajak kita untuk tidak hanya memperbaiki diri sendiri, tetapi juga bangkit bersama Kristus. Hal ini menekankan pentingnya bersekutu dengan Kristus, mengandalkan kekuatan dan anugerah-Nya dalam menghadapi tantangan hidup dan mengatasi perbudakan dosa dan kebiasaan buruk yang mungkin masih mengikat kita.

Pilihan untuk hidup merdeka atau tetap hidup dalam perbudakan nampak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, marilah kita meluangkan waktu untuk melakukan sebuah refleksi dalam rangka memeriksa dan sekaligus mengevaluasi kehidupan keseharian kita, apakah kita masih hidup dalam dalam keterikatan perbudakan atau telah mengalami kebebasan bersama Kristus.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...