Menyaksikan Kemurahan TUHAN

Mazmur 30

Belum ada komentar 176 Views

TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur. (Mzm. 30:4)

Fenomena panicbuying yang terjadi di masa-masa awal pandemi Covid-19 menyimpan makna lain. Tindakan pengamanan diri ini sebetulnya tidak sepenuhnya salah. Namun, peristiwa ini menggambarkan karakter manusia yang tidak luput dari kecenderungan bersandar pada kemampuan diri sendiri dan mengabaikan peran Tuhan.

Sikap tersebut mirip dengan pengalaman pemazmur. Dalam kemakmurannya, pemazmur sempat berpikir bahwa apa yang ia miliki dapat menjadikannya kebal terhadap bencana. Namun, hal itu berubah ketika Allah menarik perlindungan-Nya dan mengizinkan kesusahan serius terjadi dalam kehidupan pemazmur (Mzm. 30:9-11). Akhirnya, pemazmur menyadari bahwa ia membutuhkan kehadiran Allah sehingga menghasilkan refleksi seperti yang kita baca hari ini. Pemazmur menyadari, bahkan di dalam kesombongan hingga kejatuhannya, hanya Allah yang setia menolongnya (Mzm. 30:2-4). Karena itu, Daud, sang pemazmur mau bersyukur selalu dan mempersaksikan kemurahan Tuhan di sepanjang umurnya.

Mazmur 30 menggambarkan bagaimana Daud memaknai campur tangan Tuhan bagi hidupnya. Ia ingin senantiasa bersyukur kepada Tuhan karena pertolongan-Nya. Bagaimana dengan kita? Masihkah kita merasakan campur tangan Tuhan di dalam hidup yang tak selalu mudah? Bersandarlah kepada-Nya! Biarkan misteri Ilahi tetap ada dalam hidup agar kita bisa menikmati kejutan-Nya. Di sanalah kita akan bersyukur dan menyaksikan kemurahan-Nya. [Pdt. Hizkia Anugrah Gunawan]

DOA:
Tuhan, tolong kami untuk selalu melihat kemurahan-Mu dan bersyukur kepada-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 30; Yes. 6:1-4; Why. 4:1-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...