MENOLAK KEBENARAN

Kisah Para Rasul 6:1-7, 7:51-60

Belum ada komentar 67 Views

Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, hati mereka sangat tertusuk. Mereka menyambutnya dengan kertak gigi. (Kisah Para Rasul 7:54)

Kebenaran itu bersifat faktual, karena bukan sekadar persepsi, pendapat, dan pemikiran seseorang. Namun hakikat kebenaran lebih daripada faktual. Kebenaran haruslah membebaskan (Yoh. 8:32). Ironisnya, manusia cenderung menolak kebenaran. Mereka ingin tetap terbelenggu oleh pemikirannya sendiri.

Para anggota Sanhedrin seharusnya mendedikasikan dirinya pada kebenaran. Namun pada kenyataannya, mereka lebih dikuasai oleh perasaan benci sehingga menyalibkan Yesus. Saat Stefanus menyampaikan teguran bagaimana mereka bertindak seperti nenek moyang Israel yang menganiaya para nabi, hati mereka tertusuk. Mereka geram dan marah. Lebih daripada itu mereka secara brutal menyeret Stefanus dan melemparinya dengan batu. Stefanus wafat sebagai seorang martir yang mempertahankan kebenaran. Saat kebenaran diterima dengan hati terbuka, ia akan membebaskan dan membarui.

Seringkali ketidakbenaran menyelinap di dalam diri kita, tetapi kita sering membiarkan dan merawatnya, sehingga menjadi “pembenaran”. Akibatnya, saat kita diperhadapkan dengan kebenaran, naluri “pembenaran” itu menjadi mekanisme pertahanan diri. Kita mencari berbagai alasan pembenaran diri agar bisa menyingkirkan kebenaran tersebut. Kita menolak kebenaran karena merasa aman dengan topeng kepalsuan. Kebenaran Kristus menyingkapkan semua kemunafikan agar kita mengalami pembebasan. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

DOA:
Terangilah hati kami ya Roh Kudus agar kami senantiasa rendah hati untuk mengenal kebenaran Kristus yang memerdekakan dari dosa. Amin.

Ayat Pendukung: 2 Taw. 24:17-24; Mzm. 148; Kis. 6:1-7; 7:51-60
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • MENCLA-MENCLE
    Matius 16:21-28
    “… sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Matius 16:23c) “Mencla-mencle” adalah istilah...
  • Terima Kasih
    Matius 8:14-17
    …Ia pun bangun dan melayani Dia. (Matius 8:15b) Ada dua kata yang diajarkan oleh orangtua ketika kita masih kecil,...
  • Menahan Kejahatan
    2 Tesalonika 2:7-12
    Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan….(2 Tesalonika 2:7a) Kemudahan dalam memperoleh akses...
  • IMITASI
    Efesus 5:1-6
    Sebab itu, sebagai anak-anak yang terkasih, teladanilah Allah. (Efesus 5:1) Seorang anak cenderung meniru perilaku orangtuanya. Proses ini dikenal...
  • Cinta Dan Pengorbanan
    Matius 26:6-13
    “Untuk apa pemborosan ini?” (Matius 26:8b) Ungkapan “cinta perlu pengorbanan” sering digunakan untuk menggambarkan bukti cinta yang sejati. Secara...