Menjadi Penjaga Sesama

Yehezkiel 3:12 - 21

Belum ada komentar 56 Views

“Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengar firman dari mulut-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku’.’ (Yehezkiel 3:17)

“Kita hadir untuk memberikan dampak yang positif bagi kehidupan bersama,” begitu kata sebuah kalimat bijak. Kalimat bijak ini mengingatkan kita agar kehidupan kita bermakna serta berdampak positif bagi kehidupan bersama. Hidup yang tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga memberikan keteladanan dan inspirasi bagi sesama.

TUHAN menetapkan Yehezkiel menjadi penjaga Bangsa Israel. Yehezkiel bertanggung jawab untuk mengingatkan umat Israel agar mendengarkan dan melakukan kehendak TUHAN. la harus memperhatikan cara hidup umat Israel apakah sesuai dengan kehendak TUHAN atau sebaliknya. la harus menyampaikan teguran TUHAN atas dosa-dosa mereka agar kehidupan rohani umat Israel tetap terjaga. Tugas ini tentu tidak mudah. Risiko penolakan pasti ada. Tugas Yehezkiel adalah menyampaikan firman TUHAN dan memberikan teladan melalui hidupnya. Penerimaan atau penolakan bergantung sepenuhnya kepada umat Israel. TUHAN memberikan pilihan kepada umat-Nya untuk mau mendengar atau menolak mendengarkan firman- Nya (ayat 24-27).

Kita juga dipanggil untuk menjadi penjaga bagi orang di sekitar kita, bukan dengan sikap menghakimi, tetapi dengan kasih. Kita tidak seharusnya hanya peduli pada kehidupan kita sendiri, tetapi juga pada kehidupan sesama yang ada di sekitar kita. Dengan demikian, kita juga akan memberikan dampak yang positif bagi kehidupan bersama. [Pdt. Jotje Hanri Karuh]

DOA:
Tuhan, mampukan kami menjadi penjaga bagi sesama sehingga kehadiran kami memberikan dampak yang positif bagi hidup bersama. Amin.

Ayat Pendukung: Yeh. 3:12-21; Mzm. 29; Luk. 9:18-27
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...