Kacang Merah Edom

Kejadian 36:1-8

Belum ada komentar 115 Views

Lalu menetaplah Esau di pegunungan Seir. Esau itulah Edom. (Kejadian 36:8)

Dalam berbagai budaya, nama mengandung makna, harapan, dan doa orangtua bagi anaknya. Nama juga dapat mencerminkan peristiwa, kondisi fisik, serta terkait erat dengan spiritualitas. Esau adalah nama yang diberikan Ishak kepada anak kembarnya, yaitu kakak dari Yakub. Esau juga disebut Edom, yang berarti “merah” karena ia dilahirkan dengan kulit berwarna kemerahan. Bukan suatu kebetulan pula bahwa Esau menjual hak kesulungannya kepada adiknya, Yakub, dengan semangkuk kacang merah. Pada akhirnya, keturunan Esau menetap di tanah Seir, yang kemudian dikenal sebagai tanah Edom yang berwarna kemerah-merahan.

Peristiwa penjualan hak kesulungan dengan semangkuk kacang merah, keputusan mengambil istri-istri dari bangsa Kanaan, serta pilihan untuk memisahkan diri dan bermukim jauh dari rumah ayahnya untuk mengembangkan usahanya, semuanya itu mencerminkan tabiat Esau. la tidak menaruh perhatian pada perkara-perkara prinsip sebagai bagian dari keturunan yang terikat dalam perjanjian dengan Allah. Apa dampaknya? Sejarah kemudian mencatat bahwa dari keturunan Edom lahir Herodes Agung, yang memusuhi umat Allah.

Di sekitar kita pun terdapat banyak “semangkuk kacang merah” yang dapat menggoda kita untuk menukarkannya dengan perkara-perkara prinsip. Kisah Edom menjadi pelajaran yang berharga: jangan pernah menukarkan apa yang kekal dengan kenikmatan sesaat. Akibatnya bisa sangat fatal. [Pdt. Nanang]

DOA:
Ya Bapa, jauhkanlah kami dari pencobaan. Berilah kami keberanian untuk berpegang teguh pada prinsip-prinsip iman yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Ayat Pendukung: Kej. 36:1-8; Mzm. 105:1-6, 16-22, 45b; Kis. 18:24-28
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...