kegelapan

Meninggalkan kegelapan

Efesus 5:8-14

Belum ada komentar 229 Views

Minggu pra paskah ke 4 semakin menegaskan sebuah fakta teologis, bahwa Allah telah berkarya membawa kita keluar dari kegelapan hidup kepada terang hidup di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita sekarang bukan lagi anak-anak kegelapan melainkan anak-anak terang.

Fakta teologis ini seharusnya membuahkan fakta hidup buat kita yang mempercayainya. Yaitu bahwa kita hidup sebagai anak-anak terang. Karena itu, marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri, sudahkah aku hidup sebagai anak-anak terang? Apakah dalam hidupku sudah muncul buah kebaikan, keadilan dan kebenaran?

Hidup sebagai anak-anak terang bukan sekedar bersikap pasif dengan menghindari kegelapan, melainkan secara aktif menyatakan kebaikan, kebenaran dan keadilan. Dengan cara itu kita sedang menelanjangi kegelapan.

Di sinilah peran CC yang sedang kita bangun, di mana sebagai gereja dan pribadi orang percaya, kita mau meneguhkan bahwa di dalam Kristus kita sudah menjadi anak-anak terang dan karena itu hidup kita juga membuahkan terang.

Jika hidup kita membuahkan terang, maka apapun kata orang mengenai diri kita, orang tetap melihat kebaikan di dalam diri kita. Kisah orang yang buta sejak lahir menegaskan hal itu. Banyak orang berusaha menghasut orang itu dengan mengatakan bahwa Yesus adalah orang berdosa. Tetapi jawab si buta itu: “Apakah orang itu orang berdosa aku tidak tahu, tetapi satu hal aku tahu, tadinya aku buta sekarang melihat” (Yoh. 9:25). Indah bukan? Tidak ada provokasi bisa ditebar ketika kita selalu melakukan kebaikan. Mari kita bangun dari tidur panjang kenyamanan kita. Saatnya melakukan karya melalui Community Center!

RDj

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...
  • Jerih Payah Yang Tidak Sia-sia
    Wahyu 14:12-13
    Kata jerih payah artinya berupaya dengan sungguh-sungguh untuk sesuatu hasil yang maksimal. Rasul Yohanes menggunakan kata jerih Lelah dalam...