Menguji Hati

Mazmur 26

Belum ada komentar 31 Views

Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. (Mzm. 26:2)

Dalam hidup dan pelayanan Yesus, kita menemukan kisah Yesus yang pergi ke gunung atau taman. Ia menyepi dan berdoa. Ia mengambil jarak kritis dengan pekerjaan rutin sehari-hari untuk instrospeksi dan evaluasi. Meskipun kita tahu bahwa Ia sempurna dalam jalan-jalannya, namun ada waktu jeda. Ia menguji diri.

Daud, sang pemazmur, dalam bacaan ini melakukan hal serupa. Ia menaruh harap akan pembenaran dari Allah terhadap dirinya. Karena itu, Ia terbuka di hadapan Tuhan dan memohon agar Allah mengujinya; menyelidiki hatinya supaya ia dapat terus terarah kepada kasih setia Tuhan. Daud rindu untuk berdiam dalam hadirat Tuhan dan terus berjalan di jalan yang rata. Ia tidak mau berada di dalam perkumpulan orang-orang yang munafik dan jahat. Allah tentu akan membenarkannya. Namun, Daud sendiri harus berani hidup benar. Karena itu, Daud perlu instrospeksi dan evaluasi. Hal itu dimulai dari kerinduan dan keterbukaan hatinya sendiri untuk menerima teguran Tuhan, kalau-kalau ada kesalahan yang perlu ia ubah.

Keberanian untuk berubah memang harus datang dari diri sendiri. Kita bisa belajar dari Daud, yang terus didorong oleh rasa rindu untuk hidup benar di mata Allah. Kita pun bisa belajar dari Yesus yang mau mengambil waktu jeda dengan Sang Bapa untuk instrospeksi dan evaluasi. Keberanian untuk menguji hati di hadapan Tuhan adalah awal perubahan. Sebelum bulan ini berganti, mari kita melakukannya! [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Menguji hati mungkin akan membuat kita merasakan sakit, tetapi keberanian menghadapinya akan membuat hidup kita lebih baik.

Ayat Pendukung: Mzm. 26; Ayb. 2:11—3:26; Gal. 3:23-29
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kasih Karunia Yang Menobatkan
    Yehezkiel 33:10-16
    Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup,… Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan pada pertobatan...
  • Seruan dan Penyelamatan
    Mazmur 130
    Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan, TUHAN, siapakah yang dapat bertahan? (Mazmur 130:3) Dahulu ada seorang pria yang dikenal...
  • BUKTI IMAN
    Matius 9:27-34
    Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu seperti yang kamu percayai’.’ (Matius 9:29) Apakah iman membutuhkan bukti?...
  • Diam: Tanda Ketidakpedulian!
    Yesaya 42:14-21
    Banyak yang kaulihat, tetapi tidak kauperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. (Yesaya 42:20) Diam itu emas? Broery Marantika...
  • ACTION: Bukti Keluasan Hati
    Mazmur 146
    TUHAN menjaga para pendatang, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik digagalkan-Nya. (Mazmur 146:9) Membaca kesaksian...