Menghukum Dengan Berat Hati

Yehezkiel 11:1-25

Belum ada komentar 391 Views

Dan kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, karena kelakuanmu tidak selaras dengan ketetapan-ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku tidak kamu lakukan …. (Yeh. 11:12)

Filsuf Friedrich Nietzsche mengatakan bahwa penderitaan Allah dimulai ketika Ia mengasihi manusia. Benarkah demikian? Dalam teks Alkitab hari ini, Nabi Yehezkiel diutus untuk menyampaikan penghukuman Allah bagi Israel. Israel dihukum karena para pemimpinnya tidak segan menumpahkan darah (ay. 6). Seorang dari mereka bahkan mati pada saat Yehezkiel belum selesai mengungkapkan nubuatnya. Hal itu membuat Yehezkiel merasa berat hati sebab sesungguhnya ia juga tidak ingin melihat bangsanya dihukum.

Kalau Yehezkiel saja melakukan tugasnya dengan berat hati, dapatkah kita membayangkan bagaimana perasaan Allah ketika menjatuhkan penghukuman bagi Israel? Ia tentu mengasihi Israel lebih daripada Yehezkiel mengasihi bangsanya itu. Namun, Allah tetap harus memberi ganjaran atas perbuatan orang-orang kejam dan tidak adil yang memerintah di sana. Sebab, kejahatan bangsa yang dikasihi-Nya itu telah menghancurkan banyak orang. Allah harus bertindak untuk menghentikan kejahatan itu.

Menghukum orang yang kita cintai selalu menyakitkan. Allah merasakannya juga ketika Ia harus menghukum umat-Nya yang berlaku kejam, tidak adil serta menindas orang-orang lemah. Karena itu, setiap kali kita tergoda untuk bersikap kejam atau berlaku tidak adil atau menindas orang lemah, mari kita mengingat Allah yang akan sangat menderita apabila kita melakukannya. [Pdt. Agetta Putri Awijaya]

REFLEKSI:
Hal yang sangat membuat Allah menderita adalah ketika Ia harus menghukum orang yang dikasihi-Nya.

Ayat Pendukung: Mzm. 23; Yeh. 11:1-25; Why. 5:1-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...