Mencari Yang Terhilang

Lukas 15:1-7

Belum ada komentar 114 Views

Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” (Luk. 15:2)

Tidak setiap barang yang hilang kita cari. Manusia hanya berusaha mencari barang yang berharga dari sudut nilai materi atau fungsinya. Namun, dalam pengajaran-Nya, Yesus memberi perumpamaan tentang mencari seekor domba yang hilang dengan meninggalkan 99 ekor domba lainnya. Apakah tidak berlebihan? Nilai 99 ekor domba seakan-akan kurang daripada nilai seekor domba yang hilang. Nilai seorang berdosa dianggap lebih penting dari pada orang-orang yang hidup benar.

Pendekatan “hitam putih” akan menyimpulkan bahwa Yesus tidak memedulikan sejumlah “orang benar”. Ia lebih peduli dengan satu orang yang berdosa. Padahal, makna “99 ekor domba” menunjuk pada orang-orang yang “menganggap dirinya benar”. Mereka tidak membutuhkan Kristus karena telah “membenarkan” dirinya. Sebaliknya, seekor domba yang hilang adalah mereka yang menganggap dirinya tidak layak dan berdosa. Mereka membutuhkan pengampunan dan belas kasihan Allah. Kepada yang terhilang itu, Yesus datang mencari dan menyelamatkan mereka.

Bahaya rohani terbesar adalah saat orang menganggap dirinya telah hidup benar. Mereka merasa puas dengan kesalehan dan kebaikan yang telah dilakukan. Ini penyebab orang tidak rendah hati; membuat mereka merasa tidak membutuhkan anugerah dan pertolongan Kristus. Namun, Allah ternyata lebih peduli kepada orang-orang yang hancur dan remuk jiwanya karena dosa dan kesalahan yang telah diperbuatnya. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

REFLEKSI:
Bapa surgawi, ampunilah kami yang sering menganggap diri benar. Padahal, Engkau hanya berkenan kepada mereka yang remuk hati dan bertobat. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 23; Yeh. 34:1-16; Luk. 15:1-7
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Jalan Alternatif
    Keluaran 14:1-18
    “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu berdiam diri saja.” (Keluaran 14:14) Dalam kehidupan, kadang kita harus menempuh jalan...
  • ALAM: Lukisan Keajaiban Tuhan
    Mazmur 114
    Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu...
  • BERBUAH
    Matius 21:18-22
    Di pinggir jalan la melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi la tidak menemukann apa-apa pada pohon itu...
  • Menghargai Proses
    Keluaran 12:29-42
    Malam itulah TUHAN berjaga-jaga untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Itulah juga malam untuk semua orang Israel turun...
  • Tuhanlah Penjagaku
    Mazmur 121
    TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. (Mazmur 121:5) Penulis pernah melawat seorang oma yang berusia hampir sembilan...