Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu yang keras menjadi mata air! (Mazmur 114:7-8)
Bumi dan seluruh ciptaan adalah lukisan kemahakuasaan Tuhan, Sang Pencipta. Alam tempat kita tinggal seharusnya menjadi sarana bagi kita untuk melihat betapa luar biasanya Tuhan. Saat mata kita melihat burung-burung yang hinggap di bunga atau kupu-kupu yang terbang melintas di hadapan kita, hal itu seharusnya membuat kita terpukau akan keajaiban Tuhan. Demikian pula ketika kita mendengar suara air hujan dan mencium aroma tanah yang terguyur hujan.
Mazmur 114:7-8 mengatakan, “Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu yang keras menjadi mata air!” Alam adalah tempat manusia dapat melihat banyak keajaiban TUHAN. TUHAN memelihara bumi dan seluruh ciptaan-Nya. TUHAN memelihara manusia melalui keberadaan alam semesta.
Alam menyajikan keindahan dan keajaiban. Ada banyak keajaiban Tuhan yang terpancar melalui alam sekitar. Melihat alam seharusnya membuat kita terpukau dan gemetar akan kebesaran Tuhan. Lihatlah alam sekitar kita, hiruplah udara, dan perhatikanlah tanaman, bunga, burung, serta kupu-kupu di sekitar kita. Memang tidak dapat kita pungkiri, keserakahan manusia sering kali membuat kita sulit merasakan keajaiban alam. Namun, saat kita diberi kesempatan untuk merasakan keajaiban Tuhan melalui alam ciptaan-Nya, lihatlah dan nikmatilah. [Pdt. Cordelia Gunawan]
REFLEKSI:
Lihatlah alam sekitar kita. Alam adalah lukisan keajaiban Tuhan.
Ayat Pendukung: Kel. 14:1-18; Mzm. 114; Kis. 7:9-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.



Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.