“Memuji Tuhan Sepanjang Hidup…!”

Mazmur 71

Belum ada komentar 376 Views

Sebagaimana kita tahu, pemazmur pun sadar bahwa hidup bersama Tuhan bukanlah hidup yang hanya terdiri atas susu dan madu (ayat 1-5). Namun, apapun yang terjadi, ia niscaya (akan) dapat menjalaninya dengan sebaik-baiknya, karena ia tidak sendirian. Ia bersama Tuhan, gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan (ayat 3), bahkan sejak dalam kandungan ibu (ayat 6).

Oleh karena itu, memuji dan memuliakan Tuhan, bukanlah sekadar mengungkapkan sukacita kemenangan dan keberhasilan melalui semua rintangan hidup. Memuji dan memuliakan Tuhan mestinya adalah merayakan keyakinan dan kenyataan bahwa hidup ini adalah milik Tuhan, dan masa depannya berada di tangan-Nya semata-mata.

Dengan demikian, khususnya di tengah kehidupan saat ini yang pekat diwarnai egosentrisme dan orientasi perjuangan/keberhasilan pribadi, memuji dan memuliakan Tuhan berarti menyadari bahwa berhasil melewati itu semua bukanlah hasil upaya kita sendiri. Tuhanlah yang menjadikan kita bertahan dan IA senantiasa setia. Maka memuji Tuhan dan memuliakan Tuhan berarti memberikan respons sepanjang hidup, sejak lahir hingga masa tua, kepada panggilan Tuhan yang telah berkenan menuntun kita.

Penting apa yang dikatakan sang pemazmur dalam ayat 17-18: “Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib; juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang.”

Kiranya begitulah cara kita memuliakan dan memuji Tuhan di sepanjang hidup kita.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #kekelamandosa #belaskasihAllah #datangdanpulihkanlah
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:2-8, 18-20; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Hari ini kita memasuki masa Advent (adventus = kedatangan). Dalam empat minggu sebelum Natal, kita akan berada dalam masa...
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
Kegiatan