“Memuji Tuhan Sepanjang Hidup…!”

Mazmur 71

Belum ada komentar 441 Views

Sebagaimana kita tahu, pemazmur pun sadar bahwa hidup bersama Tuhan bukanlah hidup yang hanya terdiri atas susu dan madu (ayat 1-5). Namun, apapun yang terjadi, ia niscaya (akan) dapat menjalaninya dengan sebaik-baiknya, karena ia tidak sendirian. Ia bersama Tuhan, gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan (ayat 3), bahkan sejak dalam kandungan ibu (ayat 6).

Oleh karena itu, memuji dan memuliakan Tuhan, bukanlah sekadar mengungkapkan sukacita kemenangan dan keberhasilan melalui semua rintangan hidup. Memuji dan memuliakan Tuhan mestinya adalah merayakan keyakinan dan kenyataan bahwa hidup ini adalah milik Tuhan, dan masa depannya berada di tangan-Nya semata-mata.

Dengan demikian, khususnya di tengah kehidupan saat ini yang pekat diwarnai egosentrisme dan orientasi perjuangan/keberhasilan pribadi, memuji dan memuliakan Tuhan berarti menyadari bahwa berhasil melewati itu semua bukanlah hasil upaya kita sendiri. Tuhanlah yang menjadikan kita bertahan dan IA senantiasa setia. Maka memuji Tuhan dan memuliakan Tuhan berarti memberikan respons sepanjang hidup, sejak lahir hingga masa tua, kepada panggilan Tuhan yang telah berkenan menuntun kita.

Penting apa yang dikatakan sang pemazmur dalam ayat 17-18: “Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib; juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang.”

Kiranya begitulah cara kita memuliakan dan memuji Tuhan di sepanjang hidup kita.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...
  • Jerih Payah Yang Tidak Sia-sia
    Wahyu 14:12-13
    Kata jerih payah artinya berupaya dengan sungguh-sungguh untuk sesuatu hasil yang maksimal. Rasul Yohanes menggunakan kata jerih Lelah dalam...