Memperdagangkan Kesalehan

Kisah Para Rasul 19:28-41

Belum ada komentar 67 Views

Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya: “Besarlah Artemis dewi orang Efesus!” (Kis. 19:28)

Pada Agustus 2020, di situs DI’s Way, Dahlan Iskan menulis artikel tentang seorang pendeta yang meninggal dunia hanya selisih dua minggu dari meninggalnya pendeta saingannya. Menurut Dahlan, kedua pendeta besar itu terus bertengkar tidak berkesudahan hingga berperkara di pengadilan. “Saling pecat. Saling gugat ke pengadilan. Saling lapor polisi. Bertahun-tahun,” tulis Dahlan. Selanjutnya, ia juga menulis tentang perselisihan antara pendeta itu dan anaknya sendiri yang juga seorang pendeta. Mereka saling memperebutkan keseluruhan aset gereja yang nilainya sudah mencapai triliun rupiah.

Perselisihan di lingkungan internal maupun eksternal agama memang kerap terjadi. Biasanya tidak jauh-jauh dari masalah uang atau aset. Pada zaman Paulus, di kota Efesus terdapat sebuah kuil Artemis yang sangat terkenal. Keberadaan kuil dengan berbagai ritualnya sangat menggerakkan ekonomi masyarakat dan mendatangkan keuntungan sangat besar bagi kalangan tertentu, seperti Demetrius dan para tukang perak lainnya. Oleh karena itulah, tidak heran kalau mereka sangat marah terhadap Paulus dan berusaha menyingkirkannya karena Paulus dengan ajarannya dianggap telah merugikan mereka.

Di mana pun, kehidupan keagamaan memang sering kali “dijual” secara ekonomis, terutama oleh para pemimpinnya. Kesalehan diperdagangkan. Ada yang melakukannya secara halus, tetapi ada juga yang melakukannya secara vulgar. Bagaimana dengan agama atau gereja kita saat ini? [Ibu Yessy Sutama]

REFLEKSI:
Waspadalah terhadap segala bentuk kesalehan yang telah diperdagangkan.

Ayat Pendukung: Mzm. 6; 2Raj. 5:19b-27; Kis. 19:28-41
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...