Langit Dan Bumi Yang Baru

Wahyu 21:1-6a

Belum ada komentar 311 Views

Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. (Why. 21:1)

Saat ini kita memasuki Tahun Baru 2022. Apakah berarti kita sudah hidup di langit dan bumi yang baru? Simbol langit dan bumi yang lama ditandai oleh penderitaan, kejahatan, dan kematian. Realitas langit dan bumi yang baru ditentukan oleh 2 aspek, yaitu karya keselamatan Allah dan respons iman kita.

Realitas langit yang baru dan bumi yang baru ditandai oleh “laut pun tidak ada lagi”. Dalam kehidupan umat Israel, laut merupakan simbol kekacaubalauan (kaos) dan kekuatan yang merusak (Kej. 1:2). Realitas langit yang baru dan bumi yang baru merupakan karya penciptaan Allah di dalam Kristus yang mengikutsertakan umat percaya. Manusia tidak dapat menaklukkan “laut” sebagai simbol kekuatan destruktif. Hanya Allah Trinitas yang berkuasa.

Namun, pada pihak lain, kita dipanggil untuk berpartisipasi dalam karya pemulihan itu. Partisipasi konkret umat percaya dalam karya pemulihan adalah hidup dalam kekudusan di tengah-tengah realitas kekacauan. Memiliki integritas walaupun lingkungan sekitar berlaku korup. Berlaku setia dan taat meski mungkin harus membayar dengan situasi ketidaknyamanan. Sikap berintegritas dalam kekudusan adalah kesediaan berpegang pada kehendak Allah, walau harus kehilangan dunia ini. Sejauh mana kita telah melepaskan kuasa “laut” dalam kehidupan kita? Atau justru kita masih melekat dan dijiwai oleh kuasa duniawi di tahun 2022 ini? [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

REFLEKSI:
Penciptaan dan pembaruan di dalam Kristus mengubah setiap waktu menjadi baru.

Ayat Pendukung: Pkh. 3:1-13; Mzm. 8; Why. 21:1-6a; Mat. 25:31-46
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Syukuri Masa Kini
    Bilangan 11:1-9
    Suatu ketika bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang kemalangan mereka. Mendengar itu menyalalah murka TUHAN. Lalu api TUHAN...
  • Mencintai Taurat
    Mazmur 119:97-104
    Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. (Mazmur 119:97) Di jalanan, banyak orang tidak peduli pada aturan atau tata...
  • Iri Hati
    Matius 20:1-16
    “Tidakkah aku boleh mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Matius 20:15) Iri...
  • Muliakan Tuhan Dengan Kekayaan
    Matius 19:23-30
    “Sekaii lagi Aku berkata kepadamu: Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan...
  • Berhenti Bersungut
    Keluaran 16:1-21
    Di padang gurun itu segenap umat Israel bersungut-sungut kepada Musa dan Harun. (Keluaran 16:2) Seorang ibu mengalami depresi akibat...