Langit Dan Bumi Yang Baru

Wahyu 21:1-6a

Belum ada komentar 312 Views

Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. (Why. 21:1)

Saat ini kita memasuki Tahun Baru 2022. Apakah berarti kita sudah hidup di langit dan bumi yang baru? Simbol langit dan bumi yang lama ditandai oleh penderitaan, kejahatan, dan kematian. Realitas langit dan bumi yang baru ditentukan oleh 2 aspek, yaitu karya keselamatan Allah dan respons iman kita.

Realitas langit yang baru dan bumi yang baru ditandai oleh “laut pun tidak ada lagi”. Dalam kehidupan umat Israel, laut merupakan simbol kekacaubalauan (kaos) dan kekuatan yang merusak (Kej. 1:2). Realitas langit yang baru dan bumi yang baru merupakan karya penciptaan Allah di dalam Kristus yang mengikutsertakan umat percaya. Manusia tidak dapat menaklukkan “laut” sebagai simbol kekuatan destruktif. Hanya Allah Trinitas yang berkuasa.

Namun, pada pihak lain, kita dipanggil untuk berpartisipasi dalam karya pemulihan itu. Partisipasi konkret umat percaya dalam karya pemulihan adalah hidup dalam kekudusan di tengah-tengah realitas kekacauan. Memiliki integritas walaupun lingkungan sekitar berlaku korup. Berlaku setia dan taat meski mungkin harus membayar dengan situasi ketidaknyamanan. Sikap berintegritas dalam kekudusan adalah kesediaan berpegang pada kehendak Allah, walau harus kehilangan dunia ini. Sejauh mana kita telah melepaskan kuasa “laut” dalam kehidupan kita? Atau justru kita masih melekat dan dijiwai oleh kuasa duniawi di tahun 2022 ini? [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

REFLEKSI:
Penciptaan dan pembaruan di dalam Kristus mengubah setiap waktu menjadi baru.

Ayat Pendukung: Pkh. 3:1-13; Mzm. 8; Why. 21:1-6a; Mat. 25:31-46
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ungkapan Syukur: Memberi Yang Terbaik
    Keluaran 23:14-19
    Yang terbaik dari buah sulung tanahmu haruslah kaubawa ke Rumah TUHAN, Allahmu….(Keluaran 23:19a ) Urusan memberi persembahan tentu bukan...
  • Hidup Dalam Taurat Tuhan
    Mazmur 19
    Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. (Mazmur 19:8)...
  • Pikiran Jahat
    Matius 9:2-8
    Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu?” (Matius 9:4) Dalam kehidupan kita,...
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...