Langit Dan Bumi Yang Baru

Wahyu 21:1-6a

Belum ada komentar 344 Views

Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. (Why. 21:1)

Saat ini kita memasuki Tahun Baru 2022. Apakah berarti kita sudah hidup di langit dan bumi yang baru? Simbol langit dan bumi yang lama ditandai oleh penderitaan, kejahatan, dan kematian. Realitas langit dan bumi yang baru ditentukan oleh 2 aspek, yaitu karya keselamatan Allah dan respons iman kita.

Realitas langit yang baru dan bumi yang baru ditandai oleh “laut pun tidak ada lagi”. Dalam kehidupan umat Israel, laut merupakan simbol kekacaubalauan (kaos) dan kekuatan yang merusak (Kej. 1:2). Realitas langit yang baru dan bumi yang baru merupakan karya penciptaan Allah di dalam Kristus yang mengikutsertakan umat percaya. Manusia tidak dapat menaklukkan “laut” sebagai simbol kekuatan destruktif. Hanya Allah Trinitas yang berkuasa.

Namun, pada pihak lain, kita dipanggil untuk berpartisipasi dalam karya pemulihan itu. Partisipasi konkret umat percaya dalam karya pemulihan adalah hidup dalam kekudusan di tengah-tengah realitas kekacauan. Memiliki integritas walaupun lingkungan sekitar berlaku korup. Berlaku setia dan taat meski mungkin harus membayar dengan situasi ketidaknyamanan. Sikap berintegritas dalam kekudusan adalah kesediaan berpegang pada kehendak Allah, walau harus kehilangan dunia ini. Sejauh mana kita telah melepaskan kuasa “laut” dalam kehidupan kita? Atau justru kita masih melekat dan dijiwai oleh kuasa duniawi di tahun 2022 ini? [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

REFLEKSI:
Penciptaan dan pembaruan di dalam Kristus mengubah setiap waktu menjadi baru.

Ayat Pendukung: Pkh. 3:1-13; Mzm. 8; Why. 21:1-6a; Mat. 25:31-46
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tradisi Versus Injil
    Markus 2:18-22
    Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal yang...
  • Memandang Allah
    Keluaran 24:9-11
    Tetapi, la tidak melayangkan tangan-Nya terhadap pemuka-pemuka Israel. Mereka memandang Allah, lalu makan dan minum. (Keluaran 24:11) Dalam beberapa...
  • Penyesalan Yang Tulus
    Mazmur 106:1-6, 19-23
    Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, telah berbuat fasik. (Mazmur 106:6) Ada ungkapan bahwa...
  • Bahaya Betah Dengan Kekuasaan
    Yohanes 11:45-57
    Mulai hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. (Yohanes 11:53) Kekuasaan—lebih tepatnya, persoalan kepada siapa kekuasaan untuk memimpin dipercayakan...
  • Jangan Salah Jalan
    Ulangan 5:22-6:3
    Segenap jalan yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup dan baik keadaanmu serta tinggal...