Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas sesuai dengan hukum! (Mazmur 72:2)
Kata kiranya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia termasuk dalam kelompok kata yang menyuarakan atau menyampaikan harapan. Misalnya, “Kiranya keadaan Ibu dan Bapak di kampung halaman sehat-sehat saja” atau “Kiranya beliau diberikan umur panjang sehingga dapat terus memimpin perusahaan ini.” Namun, sebagaimana sifat harapan pada umumnya, hal itu belum tentu terjadi. Bahkan, bisa saja yang terjadi justru sebaliknya. Itulah sebabnya, orang biasanya merespons kalimat yang diawali dengan kata kiranya dengan ucapan “amin,” sebagai bentuk afirmasi terhadap kondisi yang diharapkan.
Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) memberi tema Mazmur 72 sebagai “doa untuk pemerintahan raja yang adil.” Dapat dimengerti, karena sebagai sebuah doa, mazmur ini mengandung banyak kata kiranya. Harapannya, TUHAN mengabulkan berbagai permohonan tersebut, sehingga terwujud pemerintahan yang adil dan bijaksana, sehingga rakyat bisa hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan. Siapa yang tidak ingin hidup dan berkarya dalam kondisi ideal seperti ini, bukan?
Apakah hanya raja tertentu yang membutuhkan doa yang dipanjatkan dalam Mazmur 72? Tentu saja tidak. Setiap raja dan pemimpin membutuhkan doa ini, karena mereka adalah manusia biasa yang rentan melakukan kekeliruan dan kesalahan. Dalam semangat Tahun Baru, hari ini kita diajak untuk mendoakan mereka. Yuk, mari! [Pdt. Timur Citra Sari]
REFLEKSI:
Tidak ada pemimpin yang sempurna. Justru karena itulah mereka perlu didoakan.
Ayat Pendukung: Kej. 28:10-22; Mzm. 72; Ibr. 11:13-22
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.


Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.