KHOTBAH TERBAIK

Matius 5:1-12

Belum ada komentar 210 Views

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah la duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. (Mat. 5:1)

Khotbah di bukit dianggap menjadi khotbah terbaik di dunia ini. Banyak tokoh dunia yang menyukainya, salah satunya Mahatma Gandhi. Meskipun Gandhi tetap memeluk Hindu hingga akhir hayatnya, ia menjadikan khotbah di bukit sebagai pedoman hidupnya. Gandhi berucap, “Jika (kekristenan) yang saya hadapi hanya berisi khotbah di bukit, saya tidak ragu untuk menyatakan, ‘Saya Kristen’!”

Ucapan itu memperlihatkan secara implisit kekecewaan Gandhi pada Kekristenan yang ia lihat pada saat itu. Baginya, sikap dan tindakan orang-orang Kristen yang Gandhi jumpai malah bertentangan dengan nilai yang Yesus ajarkan dalam khotbah di bukit. Orang-orang Kristen kurang antusias untuk menghidupi khotbah ini. Ini ironis! Mengapa? Karena menurut penulis Matius, khotbah di bukit justru disampaikan Yesus oleh sebab orang banyak datang berbondong-bondong kepada- Nya. Matius menggambarkan keantusiasan orang banyak untuk mendengar khotbah di bukit.

Sampai saat ini, fenomena ini tetap terjadi. Banyak orang Kristen yang begitu haus dan antusias untuk mendengar firman Tuhan. Misalnya, tidak sedikit umat di hari Minggu yang mendengar khotbah lebih dari satu channel ibadah online. Itu baik! Namun, apakah rasa haus dan antusiasme itu tetap muncul saat kita melakukan firman Tuhan dalam keseharian? Kiranya Roh Kudus mengobarkan semangat agar kita menjadi pelaku firman sebab itulah “khotbah terbaik” di dunia ini! [Pdt. Hizkia Anugrah Gunawan]

REFLEKSI:
Menjadi pribadi-pribadi yang melakukan firman adalah “khotbah terbaik” bagi dunia ini.

Ayat Pendukung: Mzm. 33:12-22; Kel. 20:1-21; Mat. 5:1-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kekuatan Kelembutan Hati
    Matius 12:15-21
    Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan...
  • Allah Memulihkan Relasi Yang Rusak
    Kejadian 33:1-17
    Tetapi, Esau berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya, lalu diciumnya dia. Mereka pun bertangis-tangisan. (Kejadian 33:4) Sarah sedang membereskan...
  • Keajaiban Allah Dalam Diriku
    Mazmur 139:13-18
    … Betapa ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14) Pagi itu, Geybie menyuapi putrinya, Holly. Ia...
  • Bercahaya Dalam Kerajaan Bapa
    Matius 13:24-30, 36-43
    Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. (Matius 13:43a) Di sebuah kota, hidup...
  • Jujur Dan Berintegritas
    Matius 7:15-20
    Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20) Pak Budi, seorang pengusaha kecil, duduk di meja kerjanya. Pikirannya...