Ketika Kita Tersakiti

Mazmur 83:1-4, 13-18

Belum ada komentar 116 Views

Ya Allah, janganlah Engkau bungkam, janganlah berdiam diri dan janganlah berpangku tangan, ya Allah! (Mazmur 83:2)

Sambil menangis, seorang anak menceritakan kepada ayahnya tentang perlakuan buruk teman-temannya di sekolah. Ia menyebutkan satu per satu nama teman-teman yang merundungnya. Anak itu berharap ayahnya segera membalas perlakuan menyakitkan tersebut. Namun, apakah seorang ayah yang baik akan memenuhi keinginan itu?

Serupa dengan hal itu, pemazmur menceritakan dengan rinci pahit getir penderitaan yang dialaminya akibat persekongkolan bangsa-bangsa yang memusuhi umat Allah. Ia bahkan menyebutkan siapa saja yang memeranginya. Dalam harapannya, sebagai Pelindung yang perkasa, Allah akan membalas penderitaan itu setimpal. Sikap ini sangat manusiawi. Pemazmur berdoa agar TUHAN “menegur” mereka yang menganiayanya. Makna “menegur” yang dimaksud, yaitu suatu bentuk pembalasan atas rasa sakit hati.

Sebagai orangtua yang baik, apakah ketika mendengar pengaduan anak, kita langsung mengambil tindakan keras untuk membalas? Tentu tidak. Orangtua yang bijaksana tidak bertindak reaktif. Sikap diam orangtua bukan berarti tidak mengasihi, melainkan sedang mempertimbangkan cara terbaik. Demikian pula dengan Allah. Diam-Nya bukan berarti la tidak peduli, melainkan la sedang merancang sesuatu yang baik. la pasti mendengar setiap pengaduan kita. Karena itu, percayalah dan tetaplah berharap kepada-Nya, sebab la akan menolong kita. [Pdt. Nanang]

DOA:
Ya Bapa, ketika kami tersakiti, kiranya Engkau saja perlindungan kami. Ajar kami untuk percaya dan berserah kepada-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Yer. 15:15-21; Mzm. 26:1-8; Rm. 12:9-21; Mat. 16:21-28
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • ALAM: Lukisan Keajaiban Tuhan
    Mazmur 114
    Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu...
  • BERBUAH
    Matius 21:18-22
    Di pinggir jalan la melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi la tidak menemukann apa-apa pada pohon itu...
  • Menghargai Proses
    Keluaran 12:29-42
    Malam itulah TUHAN berjaga-jaga untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Itulah juga malam untuk semua orang Israel turun...
  • Tuhanlah Penjagaku
    Mazmur 121
    TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. (Mazmur 121:5) Penulis pernah melawat seorang oma yang berusia hampir sembilan...
  • Jangan Mempermalukan
    Matius 18:15-20
    “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatnya kembali” (Matius...