Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. (Mazmur 20:8)
“Setelah dua ratus meter, belok kiri ke Jalan Cempaka. Tujuan Anda berada di sebelah kanan.” Yakin deh, kita tahu suara apa itu. Bahkan, saat membacanya, di telinga kita seolah-oleh terdengar suaranya. Betul, bukan? Google Maps kerap menjadi andalan dalam berbagai kesempatan. Misalnya, saat menuju lokasi yang belum kita ketahui letaknya, mencari jalan alternatif yang tidak macet, atau berkendara di jalan raya pada jam ganjil-genap.
Walaupun tidak persis sama, kebiasaan kita mengandalkan Google Maps tidaklah jauh berbeda dengan — menurut istilah Pemazmur kita hari ini — “Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda.” Ketika memegahkan kereta dan kuda, kita meyakini bahwa keduanya menjadi jalan keluar dari persoalan yang kita hadapi, misalnya untuk memenangkan pertempuran. Sayangnya, hal tersebut tidak selalu demikian. Dalam sejarah Israel, kereta dan kuda prajurit Mesir terbukti tak berdaya dan tenggelam di laut ketika mereka mengejar orang Israel yang berjalan kaki menyeberangi Laut Teberau (bdk. Keluaran 14:15¬31).
Sebagaimana kereta dan kuda terbukti bisa kalah dan tenggelam, Google Maps pun bukan tidak pernah salah dalam mengarahkan kita di jalan. Dalam menjalani kehidupan, hanya Tuhan yang paling dapat diandalkan. Itu sebabnya, kita selalu bisa bermegah dalam Dia. [Pdt. Timur Citra Sari]
REFLEKSI:
Bukan kereta atau kuda atau apa pun, melainkan hanya Tuhan yang bisa diandalkan.
Ayat Pendukung: Kej. 12:1-7; Mzm. 20; Ibr. 11:1-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.


Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.