Kebahagiaan Memberi

Lukas 14:12-14

Belum ada komentar 74 Views

“Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.” (Luk. 14:14)

Tiap ada anggota keluarga yang berulang tahun, Ibu Tika terbiasa membagikan makanan kepada para tetangganya. Para tetangga pun biasanya membalas pemberian itu dengan mengirim kembali buah tangan. Suatu hari, ketika ada tetangga yang tidak mengirimkan buah tangan, anak Ibu Tika bertanya heran, “Ma, kok, bihun buatan mama kemarin belum dibalas tetangga?”

Kebiasaan saling memberi, materiel maupun imateriel, mungkin kita lakukan juga ketika menjalin relasi dengan sesama. Tidak jarang, kita berharap mendapat balasan atas apa yang kita perbuat. Hal ini juga dibiasakan dalam tradisi orang Yahudi saat berpesta. Di perikop sebelumnya dikisahkan bahwa Yesus sedang menghadiri perjamuan makan di rumah seorang pemimpin Farisi. Yesus melihat para tamu undangan adalah kerabat dan orang terpandang saja. Saat seorang yang sakit datang di hadapan Yesus, mereka membiarkannya (Luk. 14:1-4). Inilah yang melatari nasihat Yesus dalam teks Alkitab ini. Bagi Yesus, kebahagiaan memberi tidak terjadi saat ada balas budi. Kebahagiaan memberi terjadi saat hari kebangkitan, di mana kita mendapatkan anugerah untuk merasakan hidup abadi (Luk. 14:14)

Berhentilah memberi jika motivasi kita masih berorientasi pada keuntungan dan balas budi. Perbaiki dan barui motivasi kita memberi. Pada saat itu kita akan mampu merasakan kebahagiaan memberi yang tak lekang oleh waktu dan situasi apa pun. [Pdt. Hizkia Anugrah Gunawan]

DOA:
Tuhan, ajar kami untuk dapat berelasi tanpa pamrih sehingga kasih Tuhan terpancar melalui sikap hidup kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 30; Kej. 18:1-8; Luk. 14:12-14
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...