Kawan Sejati

Galatia 4:8-20

Belum ada komentar 124 Views

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Gal. 4:16)

Setiap orang pasti membutuhkan kawan. Sulitnya adalah menemukan kawan sejati. Kawan yang selalu ada ketika dibutuhkan. Kawan yang bersedia untuk mengatakan kebenaran demi kebaikan.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia sampai harus mempertanyakan hubungannya dengan mereka. Apakah dia masih diterima sebagai kawan atau sudah dianggap sebagai musuh karena menyatakan kebenaran? Saat itu jemaat di Galatia mengalami kemunduran iman. Sebab, mereka kembali mengikuti pola hidup lama yang sudah mereka tinggalkan. Mereka kembali memelihara kepercayaan lama. Hal ini tentu saja membuat Paulus gusar. Mereka sudah menjadi jemaat yang dikenal Allah. Itu berarti mereka adalah umat kepunyaan Allah. Umat yang sudah diselamatkan. Bagaimana mungkin mereka berbalik dari Allah? Ketika Paulus mengingatkan mereka agar mereka kembali pada Allah, mereka justru menolak Paulus. Ini yang membuat Paulus bertanya apakah dia sudah menjadi musuh mereka.

Kawan sejati adalah orang yang muncul ketika dibutuhkan. Paulus hadir melalui tulisannya untuk mengingatkan umat. Namun, menyatakan kebenaran selalu berisiko ditolak. Ini tantangan yang bukan saja harus diingat, tetapi juga dihadapi. Hanya karena orang menolak untuk diingatkan, bukan berarti mereka lalu ditinggalkan. Kawan sejati adalah mereka yang bersedia untuk terus mengingatkan sesamanya sekalipun ditolak. [Jan Calvin Pindo]

DOA:
Tuhan, terima kasih karena Engkau sudah menjadi kawan yang sejati bagi kami. Mampukanlah kami menjadi kawan sejati bagi sesama. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 77: 2-3, 12-21; 2Raj. 1:1-12; Gal. 4:8-20
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kasih Karunia Yang Menobatkan
    Yehezkiel 33:10-16
    Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup,… Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan pada pertobatan...
  • Seruan dan Penyelamatan
    Mazmur 130
    Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan, TUHAN, siapakah yang dapat bertahan? (Mazmur 130:3) Dahulu ada seorang pria yang dikenal...
  • BUKTI IMAN
    Matius 9:27-34
    Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu seperti yang kamu percayai’.’ (Matius 9:29) Apakah iman membutuhkan bukti?...
  • Diam: Tanda Ketidakpedulian!
    Yesaya 42:14-21
    Banyak yang kaulihat, tetapi tidak kauperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. (Yesaya 42:20) Diam itu emas? Broery Marantika...
  • ACTION: Bukti Keluasan Hati
    Mazmur 146
    TUHAN menjaga para pendatang, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik digagalkan-Nya. (Mazmur 146:9) Membaca kesaksian...