Kawan Sejati

Galatia 4:8-20

Belum ada komentar 134 Views

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Gal. 4:16)

Setiap orang pasti membutuhkan kawan. Sulitnya adalah menemukan kawan sejati. Kawan yang selalu ada ketika dibutuhkan. Kawan yang bersedia untuk mengatakan kebenaran demi kebaikan.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia sampai harus mempertanyakan hubungannya dengan mereka. Apakah dia masih diterima sebagai kawan atau sudah dianggap sebagai musuh karena menyatakan kebenaran? Saat itu jemaat di Galatia mengalami kemunduran iman. Sebab, mereka kembali mengikuti pola hidup lama yang sudah mereka tinggalkan. Mereka kembali memelihara kepercayaan lama. Hal ini tentu saja membuat Paulus gusar. Mereka sudah menjadi jemaat yang dikenal Allah. Itu berarti mereka adalah umat kepunyaan Allah. Umat yang sudah diselamatkan. Bagaimana mungkin mereka berbalik dari Allah? Ketika Paulus mengingatkan mereka agar mereka kembali pada Allah, mereka justru menolak Paulus. Ini yang membuat Paulus bertanya apakah dia sudah menjadi musuh mereka.

Kawan sejati adalah orang yang muncul ketika dibutuhkan. Paulus hadir melalui tulisannya untuk mengingatkan umat. Namun, menyatakan kebenaran selalu berisiko ditolak. Ini tantangan yang bukan saja harus diingat, tetapi juga dihadapi. Hanya karena orang menolak untuk diingatkan, bukan berarti mereka lalu ditinggalkan. Kawan sejati adalah mereka yang bersedia untuk terus mengingatkan sesamanya sekalipun ditolak. [Jan Calvin Pindo]

DOA:
Tuhan, terima kasih karena Engkau sudah menjadi kawan yang sejati bagi kami. Mampukanlah kami menjadi kawan sejati bagi sesama. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 77: 2-3, 12-21; 2Raj. 1:1-12; Gal. 4:8-20
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Bercahaya Dalam Kerajaan Bapa
    Matius 13:24-30, 36-43
    Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. (Matius 13:43a) Di sebuah kota, hidup...
  • Jujur Dan Berintegritas
    Matius 7:15-20
    Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20) Pak Budi, seorang pengusaha kecil, duduk di meja kerjanya. Pikirannya...
  • Berbenah Bersama Allah
    Yehezkiel 39:21-29
    “Aku tidak akan lagi menyembunyikan wajah-Ku dari mereka, karena Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas kaum Israel, demikianlah firman...
  • Allah Mengenalku
    Mazmur 139:1-12, 23-24
    Selidikilah aku, ya Allah, dan selamilah hatiku, ujilah aku dan ketahuilah pikiran-pikiranku; (Mazmur 139:23) Maya duduk hening di bangku...
  • Bahagia Karena Menemukan Makna
    Matius 13:10-17
    Namun, berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (Matius 13:16) Budi termenung. Langit senja seolah melukiskan kerinduan dalam...