Kasih Setia Tuhan Abadi

Yesaya 54:1-8

Belum ada komentar 159 Views

Dalam murka yang meluap-luap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau hanya sesaat, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah menyayangi engkau, firman TUHAN, Penebusmu. (Yesaya 54:8)

Seorang remaja meminjam mobil ayahnya untuk dipakai pergi bersama temannya. Menjelang sore remaja itu pulang ke rumah dengan wajah tegang. Ia meminta maaf kepada ayahnya karena mobil itu tergores akibat menyerempet pembatas jalan. Sang ayah marah karena anaknya sudah mengecewakannya. Namun kemudian sang ayah menepuk bahu anaknya dan berkata, “Yang penting kamu baik-baik saja, karena mobil tergores bisa diperbaiki. Lain kali kamu harus lebih berhati-hati.”

Penulis Kitab Yesaya menggambarkan hubungan Allah dan umat-Nya sebagai relasi suami istri. Allah digambarkan sebagai suami yang setia, sedangkan Israel digambarkan sebagai istri yang tidak setia. Namun meskipun manusia tidak setia, Allah tetap setia. Tentu saja Allah murka ketika Israel tidak setia, namun murka Allah hanya sesaat saja dan tidak membatalkan perjanjian kasih setia-Nya kepada umat-Nya. Allah mengasihi umat-Nya dengan kasih abadi, karena itu la tetap menebus mereka dan mengaruniakan segala yang baik. Kasih setia-Nya abadi sampai selamanya.

Ketika kita merasa bahwa dosa dan pelanggaran kita begitu besar, seringkali kita tidak berani datang kepada Tuhan karena kita menganggap bahwa Tuhan sangat murka kepada kita. Namun Yesaya mengingatkan bahwa kasih sayang Tuhan itu abadi. la mungkin murka, tetapi hanya untuk sesaat saja, percayalah bahwa la tetap akan menerima kita. [Pdt. Melani Ajub Egne]

REFLEKSI:
Tidak ada kasih yang abadi selain kasih Tuhan kepada kita umat kesayangan-Nya, karena itu rasakanlah kasih dan kebaikan-Nya.

Ayat Pendukung: Yes. 54:1-8; Mzm. 145; Rm. 1:9-21
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Restart Rohani
    Kejadian 35:1-4
    “Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel. Aku akan membuat mezbah di sana bagi Allah yang telah menjawab aku...
  • Kuangkat Hatiku Kepada-Mu
    Mazmur 86:1-10
    Buatlah hati hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat hatiku. (Mazmur 86:4) Seorang pria duduk sendirian di bangku panjang...
  • Dengan Segenap Hati
    Mazmur 86:11-17
    Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. (Mazmur 86:12) Seorang pemuda...
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...