Kasih Karunia Yang Menobatkan

Yehezkiel 33:10-16

Belum ada komentar 30 Views

Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup,… Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan pada pertobatan orang fasik itu.. supaya ia hidup. (Yehezkiel 33:11a)

Bertobat berarti berbalik dari jalan yang salah dan hidup di jalan yang benar. Bertobat juga berarti berbalik dari hidup yang membelakangi Tuhan untuk kemudian hidup dengan jujur di hadapan-Nya. Jika sebelumnya seseorang memiliki kebiasaan manipulatif dan hidup dalam kebohongan, maka bertobat berarti mau hidup di jalan yang lurus.

TUHAN menghendaki pertobatan umat-Nya. Nabi Yehezkiel menyampaikan pesan tersebut kepada umat Israel. Allah tidak menghendaki kematian orang fasik, melainkan pertobatan mereka. Pesan ini disampaikan Yehezkiel untuk mengingatkan bahwa hidup adalah anugerah. Sebab, sebaik apa pun manusia, ia tetap dapat berbuat salah. Sebaliknya, sejahat apa pun manusia, ia pun masih dapat melakukan kebaikan. Bukan karena kebaikan seseorang lalu ia diselamatkan, dan bukan pula karena kejahatan lalu ia ditimpa kemalangan. Namun, Allah menghendaki perubahan. Allah mau mereka bertobat dan hidup. Karena itu, mereka harus terbuka untuk belajar dari pengalaman dan terbuka untuk menerima kasih karunia-Nya.

Sahabat, kasih karunia Tuhan membawa kita kepada kehidupan yang baru, sehingga kita memiliki keberanian untuk hidup jujur dan mau berjalan lurus. Jangan terpaku pada besar kecilnya dosa, tetapi sandarkanlah hidup pada kekuatan kasih karunia Tuhan. Sejauh apa pun kita telah pergi, cinta-Nya selalu mampu membawa kita kembali. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Di dalam Tuhan selalu ada jalan pulang, sebab Dia selalu mendambakan kita untuk hidup bersama dan di dalam Dia.

Ayat Pendukung: Yeh. 33:10-16; Mzm. 130; Why. 11:15-19
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Seruan dan Penyelamatan
    Mazmur 130
    Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan, TUHAN, siapakah yang dapat bertahan? (Mazmur 130:3) Dahulu ada seorang pria yang dikenal...
  • BUKTI IMAN
    Matius 9:27-34
    Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu seperti yang kamu percayai’.’ (Matius 9:29) Apakah iman membutuhkan bukti?...
  • Diam: Tanda Ketidakpedulian!
    Yesaya 42:14-21
    Banyak yang kaulihat, tetapi tidak kauperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. (Yesaya 42:20) Diam itu emas? Broery Marantika...
  • ACTION: Bukti Keluasan Hati
    Mazmur 146
    TUHAN menjaga para pendatang, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik digagalkan-Nya. (Mazmur 146:9) Membaca kesaksian...
  • Menjadi Bagian Dari Solusi
    Yohanes 9:1-41
    Jawab Yesus, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:3)...