Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup,… Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan pada pertobatan orang fasik itu.. supaya ia hidup. (Yehezkiel 33:11a)
Bertobat berarti berbalik dari jalan yang salah dan hidup di jalan yang benar. Bertobat juga berarti berbalik dari hidup yang membelakangi Tuhan untuk kemudian hidup dengan jujur di hadapan-Nya. Jika sebelumnya seseorang memiliki kebiasaan manipulatif dan hidup dalam kebohongan, maka bertobat berarti mau hidup di jalan yang lurus.
TUHAN menghendaki pertobatan umat-Nya. Nabi Yehezkiel menyampaikan pesan tersebut kepada umat Israel. Allah tidak menghendaki kematian orang fasik, melainkan pertobatan mereka. Pesan ini disampaikan Yehezkiel untuk mengingatkan bahwa hidup adalah anugerah. Sebab, sebaik apa pun manusia, ia tetap dapat berbuat salah. Sebaliknya, sejahat apa pun manusia, ia pun masih dapat melakukan kebaikan. Bukan karena kebaikan seseorang lalu ia diselamatkan, dan bukan pula karena kejahatan lalu ia ditimpa kemalangan. Namun, Allah menghendaki perubahan. Allah mau mereka bertobat dan hidup. Karena itu, mereka harus terbuka untuk belajar dari pengalaman dan terbuka untuk menerima kasih karunia-Nya.
Sahabat, kasih karunia Tuhan membawa kita kepada kehidupan yang baru, sehingga kita memiliki keberanian untuk hidup jujur dan mau berjalan lurus. Jangan terpaku pada besar kecilnya dosa, tetapi sandarkanlah hidup pada kekuatan kasih karunia Tuhan. Sejauh apa pun kita telah pergi, cinta-Nya selalu mampu membawa kita kembali. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]
REFLEKSI:
Di dalam Tuhan selalu ada jalan pulang, sebab Dia selalu mendambakan kita untuk hidup bersama dan di dalam Dia.
Ayat Pendukung: Yeh. 33:10-16; Mzm. 130; Why. 11:15-19
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.


Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.