Kami Akan Beribadah Kepada Tuhan

Kami Akan Beribadah Kepada Tuhan

1 Komentar 99 Views

Ayat ini rupanya secara implisit mengingatkan kita bahwa pernikahan campur (antar umat Allah dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah YHWH) merupakan salah satu pergumulan yang serius bagi bangsa Israel. Mengapa? Karena ketika bangsa ini terpengaruh untuk tidak lagi sepenuh hati mengasihi Tuhan, mereka tidak mengalami bahagia di dalam Tuhan.

Kalau begitu, bagaimana dengan keluarga-keluarga kita di masa kini?

Pembacaan kita mengingatkan bahwa sesungguhnya ada 2 hal yang sangat penting bagi keluarga: Di satu sisi, keluarga Kristen harus memiliki rasa hormat kepada Tuhan. Itu berarti menyadari bahwa pimpinan keluarga tertinggi bukanlah bapak atau ibu atau bahkan anak-anak, melainkan Tuhan sebagai Pemimpin-Nya.

Di sisi lain, Keluarga Kristen harus melayani Tuhan. Melayani bukan sekadar mengikuti sebanyak-banyaknya kegiatan gerejawi atau aksi-aksi sosial. Melainkan semua anggota keluarga, diarahkan dan diingatkan terus untuk memiliki sikap hati yang mau taat kepada Tuhan dengan senang hati. Sehingga dengan kesadaran dan sukacita, setiap anggota keluarga menyadari panggilan mereka untuk melayani Tuhan sesuai dengan talenta yang Tuhan anugerahkan kepada mereka, dimanapun mereka berada.

Tentu saja untuk menghormati dan melayani Tuhan, diperlukan perjuangan dan pengorbanan bukan hanya secara fisik tetapi juga batin. Namun saat anggota keluarga saling mendukung dan mendorong, Tuhan akan menguatkan keluarga. Dengan demikian, keluarga seperti itulah yang disebut sebagai keluarga yang beribadah kepada Tuhan! Apakah kita dan keluarga kita sudah memiliki komitmen untuk beribadah kepada Tuhan?

Proyek Keluarga Sepanjang Tahun, sebelum Bulan keluarga 2010: Doakan, dukung dan doronglah anggota keluarga kita untuk menghormati dan melayani Tuhan saja dalam segala hal.

[Riajos]

1 Comment

  1. afer dirk malanguna

    Melayani bukan sekadar mengikuti sebanyak-banyaknya kegiatan gerejawi atau aksi-aksi sosial. Melainkan semua anggota keluarga, diarahkan dan diingatkan terus untuk memiliki sikap hati yang mau taat kepada Tuhan dengan senang hati…….UNgkapan ini sesungguhnya yang harus dipahami oleh setiap warga kristiani….secara sederhana dapat saya katakan bahwa menjadi Pengikut Kristus yang paling penting adalah bagaimana ‘kualitas’ dan bukan ‘kuantitas’…..Celakanya, untuk hal2 yang sangat subyektif, terkadang gereja cenderung ‘mengancam; warganya dengan IBrani 10:25……..janganlah kamu menjauhkan diri dari ibadah…………menjelang hari TUhan yang kian mendekat….. Ayat ini kemudian lebih di-blowup- dari sisi kuantitasnya. Sesungguhnya, pengertian IBADAH secara LUAS dan PRAKTIS dalam konteks kristiani seharusnya yang selalu diajarkan dan diingatkan kepada seluruh warga jemaat, yaitu KASIH yang tanpa pamrih. Sebuah kisah: Saya pernah punya teman (seorang muslim) yang ‘curhat’ kepada saya. Ketika itu, keluarganya mendapat musibah. Anaknya yang balita sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Saat itu hari MINGGU subuh jam 04.00 mana hujan lagi. Kebetulan tetangga samping rumahnya adalah seorang Kristen dan punya mobil. Si teman pun mencoba minta tolong untuk membawa anaknya ke rumah sakit. Si Kristen menolak karena pagi hari itu juga jam 06.00 dia akan ke gereja………….Entah, pendapat setiap org pasti ‘pro dan kontra’ menanggapi ‘kasus’ ini……tapi yang pasti…..inilah kristen yang menjalankan ibadahnya secara kuantitas dan hukan kualitas…………………….SALAM………..!!

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Filipus dan Natanael
    Yohanes 1:43-51
    Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat,...
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...
  • Beroleh Kasih Karunia Allah
    Beroleh Kasih Karunia Allah
    Lukas 1:30
    ”Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah” (Luk. 1:30). Demikian ujar malaikat saat menjumpai...